Pastikan Keamanan Cloud Computing Butuh Kolaborasi Stakeholders

- Kamis, 30 Juli 2020 | 06:15 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Ira Aprilianti mengatakan, butuh kolaborasi stakeholders untuk memastikan keamanan cloud computing atau komputasi awan. Kolaborasi seluruh pihak, termasuk cloud service provider (CSP), pengguna jasa komputasi awan dan pemerintah, harus dilakukan guna memastikan keamanan data dan keamanan siber.

CSP tidak bisa menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab untuk keamanan data karena pengguna komputasi awan, misalnya platform digital, juga mempunyai kewajiban menjaga data penggunanya (konsumen) agar aman dari serangan siber.

Ia mencontohkan perlunya ada standar operasional keamanan. Karena kompleksitas data dan keamanan siber ini lah, harus ada pendekatan konsisten antar stakeholders untuk menjaga kontrol keamanan, karena tanggung jawabnya pun terbagi dalam mengatasi ancaman, serangan dan insiden siber yang semakin meningkat setiap tahunnya.

“Harus ada balancing the shared responsibility for security  antara CSP, platform digital yang merupakan pengguna cloud computing, dan pemerintah sebagai regulator. Harus dipastikan juga pendekatan risiko atau risk-based approach untuk menjaga data sensitif atas penggunaan komputasi awan tersebut, sejalan dengan peraturan yang diundang-undangkan pemerintah,” terang Ira.

Cloud computing atau komputasi awan adalah sebuah proses pengolahan data komputasi melalui jaringan internet yang memiliki fungsi agar dapat menjalankan program melalui komputer yang telah terkoneksi satu sama lain pada waktu yang sama.

Komputasi awan memudahkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server sehingga pengguna tidak perlu menyediakannya seperti infrastruktur fisik dan non-fisik seperti data center, media penyimpanan, dan platform teknologi dengan jaminan data yang tidak mudah rusak atau corrupt dengan biaya lebih murah dan tahan lama.

"Jaminan data yang digunakan adalah ISO dan standar teknologi informasi lainnya seperti SOC, PCI, CSA. Contoh sederhana produk komputasi awan yang tersedia saat ini adalah penyimpanan data oleh perusahaan teknologi (contohnya Google Cloud) dengan harga yang disesuaikan berdasarkan kapasitas dan jangka waktu tertentu," kata Ira.

Editor: Andika

Tags

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X