Kepala Kanwil Kemenag Jateng: Kesalehan Sosial melalui Iduladha

- Jumat, 24 Juli 2020 | 19:59 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

Jumat, 10 Juli 2020 Menteri Agama Fachrul Razi melantik H Musta’in Ahmad SH MH menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Dia membawa konsep ‘’Kemenag Jateng Majeng’’ untuk membangun kehidupan beragama di Jawa Tengah. Bagaimana penjabarnya, bagaimana pelaksanaan Iduladha 1441H di tengah pandemi Covid-19? Berikut bincang-bincang wartawan Suara Merdeka Agus Fathuddin Yusuf dengan H Musta’in Ahmad
 
Assalamualaikum wr. wb Pak Musta’in?
Waalaaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
 
Selamat atas amanah baru dari Kepala Kankemenag Kota Surakarta menjadi Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah?

Terima kasih, mohon ziyadah doa restu agar saya dapat melaksanakan amanat tugas ini sebaik-biknya . Terima kasih matur nuwun atas ucapan selamat, tahniah dan doanya dari teman-teman. Saya juga mendapatkan ucapan selamat dari berbagai pihak dari tokoh-tokoh masyarakat dan lembaga lembaga keagamaan yang saya menangkapnya sebagai semangat sebagai suasana kebersamaan untuk bersama-sama menyelenggarakan kehidupan keagamaan di Jawa Tengah ini dengan baik. Tentu kondisi yang kita syukuri bersama dan ini saya bersama dengan teman-teman di jajaran Kanwil Jawa Tengah akan bergandengan tangan dengan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat lembaga-lembaga keagamaan untuk dapat menghadirkan agama dalam wajahnya yang ramah, agama dalam wajahnya yang santun, agama yang dalam wajahnya yang rahmatan lil alamin memberi kedamaian bagi segenap alam rahmat bagi kita semua dan juga agama yang menjadi solusi dari ketegangan-ketegangan yang mungkin muncul dari dinamika kehidupan duniawi
 
Bagaimana dengan konsep Kemenag Jateng Majeng seperti yang bapak sampaikan saat kali pertama masuk ke Kanwil?

saya membawa tage line sebagai bentuk penggugah semangat untuk melanjutkan dari apa-apa yang sudah baik di Jawa Tengah sekaligus untuk memperbaiki hal-hal yang kurang baik yaitu dengan semangat Kemenag Jateng Majeng. Jateng Gayeng Kemenag Jateng Majeng. Majeng ini adalah bahasa Jawa kromo inggil dari kata maju dari kata maju. Majeng tentu punya makna punya semangat untuk mengambil peran pemerintah harus hadir dalam kerepotan masyarakat dalam kebutuhan kebutuhan masyarakat khususnya keagamaan. Majeng juga bermakna untuk menjadi meningkat menjadi lebih baik dibanding dengan hari-hari atau waktu-waktu sebelumnya. Majeng tentu juga keberanian kesediaan dan kesiapan untuk kita mempunyai daya saing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Lebih dari itu Majeng juga bermakna dari akronim Kata M-nya itu moderat.
 
Moderat seperti apa?

Ini yang akan terus kita kembangkan. Semangat moderasi beragama. Agama sesungguhnya sudah moderat, tapi kadang-kadang cara kita beragama yang tidak moderat. Cara kita beragama yang kadang-kadang terbawa kepada satu kondisi ekstrem tertentu baik itu ke kiri maupun ke kanan. Ini yang akan kita jaga kita kawal bersama tokoh-tokoh agama dengan para pemimpin lembaga keagamaan agar agama kita kembangkan, kita hidupkan bersama di Jawa Tengah ini dalam suasana moderat. Saya berharap moderasi beragama ini sudah selesai, sudah tuntas di lingkungan ASN Kementerian Agama. Sehingga saya akan terus mengajak teman-teman saya di Kementerian Agama memulai dari dirinya sendiri dan kemudian mengembangkan bersama-sama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di lingkungan yang lebih luas lagi. Huruf A yaitu accountable, ini adalah keniscayaan di dalam penyelenggaraan pemerintahan bahkan penyelenggaraan kegiatan apapun accountable ini kemudian bisa dipertanggungjawabkan dengan baik mulai dari perencanaan pelaksanaan sampai dengan proses pertanggungjawaban itu sendiri dengan pengawasan. Accountable ini juga memiliki semangat untuk kita menjaga di dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di kementerian agama antara lain misalnya kita bersyukur sudah sekian tahun berturut-turut ini kita WTP dalam pemeriksaan dalam opini hasil pemeriksaan BPK kita WTP. Jawa Tengah ini besar lebih dari   4.441 satker yang ada di Jawa Tengah ini tentu jadi satker yang cukup besar untuk skala nasional. Sehingga kita harus bersungguh-sungguh agar apa yang sudah baik dalam pencapaian opini pemeriksaan BPK akan kita jaga dan akan kita tingkatkan.
 
Masih soal Kemenag Majeng ini pak?

Je itu jernih. Suasana yang menyenangkan, terang benderang semangat transparansi dari semua dalam konteks keindonesiaan tentu bukan ketelanjangan. Kita membuat suasana di internal Kementerian Agama maupun dalam pelayanan di tengah-tengah masyarakat tidak ada yang buthek, keruh. Semuanya terang benderang, SOP-nya jelas sehingga pelayanan kepada masyarakat ini menjadi pelayanan yang prima.  MG-nya adalah ngayomi. Kehadiran pemerintah harus bisa jadi pengayom bagi semua. Kementerian Agama ini mengayomi semua pemeluk agama lembaga-lembaga keagamaan dan semua tokoh-tokoh agama.  
Di internal, para pimpinan di Kementerian Agama harus ngayomi, harus bisa jadi contoh bagi anak buahnya, bagi stafnya harus bisa memberi jalan kepada generasi-generasi muda di Kementerian Agama untuk bisa berkarier, berprestasi dengan baik dan kemudian bersama-sama kita hadir dalam program-program dan kebijakan-kebijakan yang mengayomi sehingga kemudian dalam suasana yang ayom itu tumbuh semangat untuk membangun prestasi.
 
Bagaimana dengan pembangunan kehidupan moderasi beragama di Jawa Tengah?

Kehidupan moderasi beragama di Jawa Tengah cukup mantap, indeks kerukunan kita cukup tinggi. Hanya saja, suasana ini harus terus kita jaga karena seiring waktu berjalan, berkembangnya satu generasi ke generasi, berkembangnya informasi, teknologi ini bisa mempengaruhi suasana kerukunan. Moderasi beragama harus terus kita jalankan. Alhamdulillah saya sudah berkomunikasi dengan dua ormas keagamaan umat Islam terbesar di Jawa Tengah PW Nahdlatul Ulama dan PW Muhammadiyah Jawa Tengah.  Saya sampaikan beberapa hal yang akan kita lakukan dengan para penyuluh agama di semua daerah se-Jawa Tengah. Saya juga sudah bicara dengan Rektor UIN Walisongo tentang penguatan moderasi ini melalui Rumah Moderasi yang ada di UIN Walisongo. Insya Allah kita akan bergandeng tangan dan kemarin saya juga sudah bertemu dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama)  Provinsi Jawa Tengah dengan anak-anak muda.
 
Sebagai orang yang lahir di Sukoharjo pasti paham betul bagaimana situasi kehidupan beragama di wilayah Solo dan sekitarnya? Mohon dijelaskan

Saya lahir di Sukoharjo 23 Januari 1971 hampir 50 tahun yang lalu. Menghabiskan umur saya di Solo Raya, Sukoharjo,  Solo dan Karanganyar.  Kalau bicara tentang Solo dan sekitarnya atau lebih dikenal sebagai daerah Solo Raya dengan 7 Kabupaten dan kota memang memiliki kekhasan sejarah panjang.  Setidaknya kalau dari sisi kondisi keagamaan dan dinamika sosial masyarakat itu bisa dimulai dari tahun 1500-an ketika Kerajaan Demak kemudian berpindah ke Pajang di wilayah sebelah barat Solo. Berkembanglah kondisi masyarakat kota Surakarta yang kemudian diwarnai dengan semangat keagamaan atau penyiaran agama Islam dari wilayah Pantura dari Demak.  Dinamika kondisi lokal daerah pedalaman diwarnai penyiaran agama dari pesisir kemudian juga diwarnai dinamika politik dari satu dinasti ke dinasti berikutnya.
 
Kenapa beberapa kali ketegangan sosial munculnya dari sana, menurut Pak Musta’in apa penyebabnya. Kira-kira mulai dari mana menyelesikannya?

Soal sinyalemen ketegangan yang muncul di Kota Surakarta saya kiraa bisa diperdebatkan.  Kondisi sosial di masyarakat di satu tempat dengan tempat lain bisa dijelaskan satu persatu. Tetapi kalau yang ada di sekitar Solo Raya itu secara umum kerukunan itu entitas yang dinamis. Hari ini rukun besok belum tentu rukun, minggu ini rukun minggu depan belum tentu rukun. Nah karena kondisi yang seperti ini maka kita harus waspada karena kepentingan di luar kepentingan agama kadang-kadang bisa masuk menyusup seolah-olah menjadi kepentingan agama dan kemudian terjadilah ketegangan ketegangan yang menggunakan simbol agama. Ini tentu kita semuanya terutama tokoh-tokoh umat beragama harus waspada ketika anasir-anasir di luar kepentingan agama ini muncul dan kemudian menggunakan agama sebagai simbol yang terjadi kemudian pertentangan antaragama.  Karena kalau kita cermati secara jernih itu sesungguhnya semua agama mengajarkan tentang kebaikan tentang kerukunan tentang saling menolong tentang hal-hal yang membantu hidup dan berkembangnya manusia dan kemanusiaan. Oleh karena itu maka ketika agama digunakan untuk hal-hal yang menciderai semangat rahmatan lil alamin, semangat persaudaraan, semangat kesantunan, maka pasti ada anasir lain yang masuk yang kemudian seolah-olah menggunakan simbol agama menjadi persoalan agama. Ini bisa terjadi di Solo bisa terjadi juga di mana-mana. Tetapi kita selalu bersyukur karena tokoh-tokoh agama kita setiap kali ada ketegangan mereka muncul sebagai peredam.
 
Jumat 31 Juli 2020 Pemerintah mengumumkan Iduladha 1441H, menurut bapak apa saja yang harus disiapkan Umat Islam agar beriduladha dengan aman dan nyaman?
Tentang Iduladha panduan umumnya adalah surat edaran (SE) Menteri Agama nomor 18 tahun 2020.  Pelaksanaan di masing-masing daerah se-Jawa Tengah saya berharap agar masing-masing penyelenggara Kepala Kemenag Kabupaten/ Kota se-jawa Tengah agar memberikan arahan, motivasi kepada para penyelenggara shalat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 di masing-masing daerah.  Jadi penyelenggaraan harus seizin, sepengetahuan dari gugus Covid-19. Panduan umumnya dari Menteri Agama tetapi pelaksanaan di daerah kita taat pada kondisi yang menjadi kebijakan dari masing-masing daerah.
 
Mengapa demikian?
Karena kondisi dari satu daerah kabupaten dengan kabupaten lain di Jateng ini berbeda. Lebih dari itu perbedaannya kadang-kadang dinamis. Hari ini kondisi zona hijau mungkin besok berubah dengan cepat. Yang harus dicermati betul lebih dari itu untuk menjalankan SE Menteri Agama nomor18 tahun 2020 itu saya berharap penyelenggara shalat mengontrol betul jumlah dan asal jamaah shalat. Jumlah nya dibatasi supaya bisa menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan, shalat dan khotbahnya dipersingkat . dan jamaah atau peserta shalat dari lingkungan setempat.
 
Mengenai penyembelihan hewan kurban?
Penyembelihan dan pembagian hewan kurban sudah ada panduan dan protokolnya sendiri. Para panitia kurban bisa bekerja sama dengan Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Banyak kabupaten/kota yang sudah membuat edaraan resmi bekerja sama dengan RPH. Karena Iduladha kali ini hari Jumat, maka penyembelihan bisa dilakukan di hari tasyriq  tanggal 11-12-13 Dzulhijjah. Pembagian daging diantar ke rumah masing-masing, jangan ada antrean atau kerumunan orang.
 
Apa harapan-harapan dan himbaun bapak berkaitan Idul Kurban ini?
Harapan atau himbauan yang pertama penyelenggaraan Hari Raya Iduldha shalat Id dan penyembelihan hewan kurban kita harapkan tetap betul-betul disiplin menjalankan protokol kesehatan penanggulangan penyebaran Covid-19 ini menjadi himbauan utama. Semangat untuk berkorban semangat Iduladha ini bisa mengembangkan semangat kesetiakawanan di antara kita sekalian semangat kegotongroyongan, semangat saling tolong-menolong, persatuan dan kesatuan di antara kita. Iduladha juga bermakna menyembelih hewan kurban sesungguhnya sebagai isyarat agar kita mematikan nafsu nafsu hewani . Nafsu hewani yang cenderung ingin menang sendiri, yang suka berantem, yang tidak memperhatikan kebaikan dan kebenaran. Semangat penyembelihan hewan kurban sesungguhnya semangat untuk memotong mematikan nafsu-nafsu hewaniah yang kadang-kadang mengganggu ke jati diri kita sebagai manusia makhluk termulia di hadapan Allah Subhanahu wataala. Dengan penyembelihan hewan kurban ini kita harapkan juga membangun semangat kepedulian dan perhatian kita terhadap produk halal yang sekarang juga menjadi isu utama tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia.
 
 
H Musta’in Ahmaad SH MH
Tempat tanggal lahir: Sukoharjo 23 Januari 1971
MI Walisongo Kalangan Sukoharjo
MTsN Bekonang Sukoharjo
MAN 1 Surakarta
S1 Fakultasn Hukum UNS Surakarta
S2 Ilmu Hukum UNS Surakarta
S3 IAIN Surakarta
 
Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor
A’wan Syuriyah PCNU Kab Karanganyar
Kepala Kankemenag Karanganyar
Kepala Kankemenag Surakarta
Kepala Kanwil Kemenag Jateng
 
Penghargaan:
Lencana Panca Warsa III
Lencana Darma Bakti
Satyalancana Karya Satya 20 Tahun
Lencana Melati

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

Banten, DKI Jakarta Diguncang Gempa Magnitudo 6,7 SR

Jumat, 14 Januari 2022 | 16:53 WIB
X