Ini Penjelasan Dokter Reisa Pemerintah Masih Menggunakan Rapid Test

Red
- Minggu, 19 Juli 2020 | 09:14 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Rapid test Covid-19 dinilai memiliki tingkat akurasi yang rendah dan tidak dapat memastikan seseorang terbebas dari virus Corona. Namun, hingga saat ini Pemerintah Indonesia masih menggunakan rapid test untuk kebutuhan diagnostik Covid-19.

Sebelumnya, perhimpunan dokter spesialis patologi klinik mendesak pemerintah untuk tidak menggunakan rapid test lagi.

Menanggapi hal tersebut, dr Reisa Broto Asmoro, anggota tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, menjelaskan bahwa rapid test masih dibutuhkan, tetapi tidak untuk kebutuhan diagnostik.

Penggunaan rapid test juga berdasarkan dengan pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga: Penanganan Jenazah Covid-19, Masyarakat Perlu Pahami Pedomannya

"Seperti dijelaskan di dalam pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 revisi kelima oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bahwa penggunaan rapid test tidak digunakan untuk kepentingan diagnostik," jelas dr Reisa dalam siaran pers BNPB Sabtu (18/7).

Ia menyebut, pada kondisi dengan keterbatasan kapasitas pemeriksaan, seperti PCR atau test dengan sampel swab, rapid test dapat digunakan untuk penapisan atau skrining. Juga dapat digunakan pada populasi tertentu, yang dianggap berisiko tinggi.

"Pada kondisi dengan keterbatasan RT PCR atau tes dengan sampel swab, rapid test dapat digunakan untuk penapisan atau screening pada populasi tertentu yang dianggap berisiko tinggi dan pada situasi khusus seperti pada pelaku perjalanan serta untuk menguatkan pelacakan kontak erat daripada kelompok-kelompok berisiko," jelas dr Reisa.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan penggunaan rapid test hanya untuk tujuan penelitian epidemiologi, atau penelitian lainnya yang berhubungan dengan pencegahan dan pengendalian virus Corona.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Atlet Program Semarang Emas Jalani Tes Fisik

Minggu, 28 November 2021 | 13:41 WIB

Banjir Bandang di Garut, 21 Rumah Rusak

Minggu, 28 November 2021 | 08:42 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X