Jateng Pilot Project Pembangunan Sarpras Pesantren, Dukung Kebiasaan Baru

- Jumat, 17 Juli 2020 | 10:24 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang terpilih program percontohan pembangunan sarana dan prasarana untuk mendukung kebiasaan baru di pondok pesantren di era pandemi Covid-19. “Untuk tahun 2020 ini, kami  akan melaksanakan pilot project di 10 provinsi di Indonesia, dengan jumlah 10 lokasi per provinsi,” kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga, di Jakarta, Kamis (16/7).

Program pemenuhan fasilitas ponpes itu akan dilakukan sepanjang 2020 hingga 2024 dengan besar anggaran masing-masing lokasi Rp 200 juta rupiah. Fasilitas yang akan disiapkan mencakup penyediaan tempat cuci tangan, tempat wudhu, serta fasilitas mandi cuci kakus (MCK).

Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya ini akan membantu program di lingkungan pendidikan keagamaan ini, khususnya untuk pesantren dan sebagainya itu dalam bentuk rehab atau bantuan pemenuhan sarana dan prasarana sanitasi,” kata Danis.

Adapun 10 provinsi yang akan menjadi pilot project pembangunan sarana prasarana bagi pesantren ini adalah Provinsi Aceh, Lampung, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Danis Sumadilaga menjelaskan pada awal tahun ajaran baru 2020/2021 semua lembaga-lembaga pendidikan memulai aktivitas pembelajarannya. Tak terkecuali pondok-pondok pesantren di Indonesia.

Sementara itu Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr Kirana Pritasari mengatakan Kementerian Kesehatan juga mendukung keberadaan ponpes dari sisi perlindungan kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru di pesantren.

Dikatakan, Kemenskes telah menyiapkan puskesmas untuk mendampingi. ‘’Ada Program Pesantren Sehat, di mana yang akan bertugas melakukan pendampingan adalah Puskesmas. Jadi setiap Puskesmas yang di daerahnya terdapat pesantren, harus mengawal program pesantren sehat ini,” kata Kirana.

Kirana menambahkan program pesantren sehat ini membidik pembina pesantren (ustadz dan ustadzah), santri, serta  masyarakat di sekitar pesantren. “Kami mendukung upaya yang dilakukan Kementerian Agama untuk melakukan kembali aktivitas di dalam pesantren.’’

Dengan program pesantren sehat ini diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan pesantren, sehingga mereka dapat melakukan identifikasi mandiri terhadap masalah-masalah kesehatan di pesantren dan berperan aktif untuk mencari solusinya.

Kirana menambahkan pemenuhan sarana prasana sanitasi di dalam lingkungan pesantren oleh Kementerian PUPR sangat penting, utamanya untuk memutus rantai penyebaran Covid. ‘’Bukan hanya untuk pencegahan Covid-19, tapi juga pencegahan penyakit infeksi lainnya,” kata Kirana.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Baru Sebulan Diresmikan, Jembatan di Karawang Ambles

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:41 WIB

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X