IPW Minta Polri Usut Tuntas Dugaan Persekongkolan Lindungi Djoko Tjandra

- Kamis, 16 Juli 2020 | 14:19 WIB
E-KTP Djoko Tjandra (Istimewa)
E-KTP Djoko Tjandra (Istimewa)

"Apa mungkin ada gerakan-gerakan individu dari masing masing jenderal yang berinsiatif melindungi Joko Tjandra? Jika hal itu benar terjadi, betapa kacaunya institusi Polri," tegasnya.

Dia juga mempertanyakan apakah mungkin kedua orang petinggi tersebut begitu bodoh 'berinisiatif pribadi' memberikan 'karpet merah' pada Djoko Tjandra.

Lancang

Selain itu, dia heran mengapa Nugroho yang baru duduk sebagai Sekretaris NCB Interpol begitu 'lancang' menghapus red notice Djoko Tjandra.

"Apakah dia begitu digdaya bekerja atas inisiatif sendiri? Lalu, mengapa Dirjen Imigrasi tidak bersuara ketika Brigjen Nugroho melaporkan bahwa red notice Djoko Tjandra sudah dihapus? Aksi diam para pejabat tinggi ini tentu menjadi misteri," kritiknya.

Dia menambahkan, persoalan ini hanya bisa dibuka jika Presiden Jokowi turun tangan untuk membersihkan Polri. Yakni dengan cara membentuk Tim Pencari Fakta Djoko Tjandra.

"Tanpa itu semua, kasus Djoko Tjandra akan tertutup gelap karena tidak mungkin jeruk makan jeruk. Akibat ulah para jenderal itu, kasus Djoko Tjandra menjadi catatan hitam bagi Polri," sesalnya.

Dikatakan, lembaga kepolisian yang seharusnya wajib menangkap buronan, malah melindungi sang buronan kakap. Bagaimana pun sebagai pimpinan, lanjutnya, Kapolri Idham Azis dan Kabareskrim Sigit harus bertanggungjawab terhadap kekacauan ini.

"Jika Mabes Polri mengatakan kasus ini adalah inisiatif jenderal pelaku, bisa disimpulkan betapa tidak berwibawanya Kapolri dan Kabareskrim hingga jenderalnya bisa bertindak ngawur seperti itu. Institusi Polri harus diselamatkan dari ulah para jenderal yang bermental bobrok. Setelah Prasetyo, Nugroho juga harus segera dicopot dari jabatannya."

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Viral! Edy Mulyadi Hina Kalimantan, Begini Sosoknya 

Senin, 24 Januari 2022 | 14:34 WIB
X