Indonesia Police Watch Minta Polri Tindak Tegas Judi Online

- Selasa, 14 Juli 2020 | 12:13 WIB
Istimewa
Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Mabes Polri lewat Satgas Merah Putih, diminta untuk bersikap tegas membubarkan, menangkap dan menutup akses judi online yang semakin merajalela.

"Sebab dikhawatirkan, hasil judi online itu akan digunakan untuk menyeponsori figur-figur yang dijagokan para bandar di Pemilihan Kepala Daerah Serentak, yang akan berlangsung Desember mendatang," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane dalam siaran persnya, Selasa (14/7).

Dikatakan, judi online itu terorganisir, terstruktur dan masif serta tidak tersentuh hukum. Terbukti, kata dia, jajaran Polri membiarkannya marajalela hingga kini.

"Sejak mewabahnya pandemi Covid-19, perjudian online kian marak. Sebab, orang orang 'yang di rumah saja' butuh hiburan dan butuh pemasukan dana segar," ujarnya.

Sehingga, mereka cenderung mencari hiburan sambil berspekulasi dengan judi online. Tak heran jika pemasukan para bandar judi online ini mencapai ratusan miliar rupiah perhari.

"Untuk mengamankan agar judi online ini tetap beroperasi, para bandar membentuk konsorsium. Konsorsium itu membangun servernya jauh dari Jakarta, yakni di Vietnam, Kamboja, dan Filipina," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, markas besar judi online tersebut berada di kawasan Jakarta Selatan. Neta mengatakan, setiap sore hingga malam hari, di depan markas tersebut selalu dipenuhi oleh mobil oknum purnawirawan.

"Oleh karena itu, IPW mendesak Satgas Merah Putih Polri yang selama ini begitu sigap memburu bandar narkoba, bisa segera memburu para bandar judi online ini. Selain itu, Bareskrim Polri sudah memiliki unit Patroli Siber, tapi mengapa tidak memburu praktek perjudian online yang kian marak," sesalnya.

Selangkah

Dalam kesempatan itu Neta mengungkapkan, markas judi online itu hanya selangkah dari Mabes Polri. Dia juga mempertanyakan, mengapa Kementerian Informasi dan Informatika - yang begitu tegas membasmi bisnis seks online - tak mampu memberangus judi online.

"Bisnis judi online memang menghasilkan dana segar yang sangat gurih. Yang mana dananya bisa mengalir kemana-mana. Adapun bandar yang tidak bergabung dalam konsorsium, disapu bersih oleh mereka," tuturnya.

Antara lain seperti judi online yang bermarkas di pertokoan di Jakarta Barat. Karenanya, IPW khawatir jika judi online ini dibiarkan, maka para bandarnya akan masuk dan menyeponsori jago-jagonya yang akan bertarung sebagai kepala daerah dalam pilkada serentak mendatang.

"Dampaknya, mereka tidak hanya mengembangkan perjudian online ke daerah, tapi juga akan terlibat dalam berbagai proyek pengadaan di daerah maupun menguasai lahan pertambangan maupun perkebunan, di daerah tempat jagoannya yang memenangkan pilkada tersebut," imbuhnya.

Untuk itu, Tim Satgas Merah Putih Polri perlu segera bertindak tegas menjaga marwah Merah Putih Indonesia. "Yakni dengan membubarkannya dan menangkapi para bandarnya, serta menutup semua akses perjudian onlinenya," tukas Neta.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Aniaya Teman Karaoke, 2 Pelaku Ditangkap

Jumat, 24 September 2021 | 20:12 WIB

Presiden Minta Jaga Kelestarian Penyu

Jumat, 24 September 2021 | 01:20 WIB

PTM Tak Akan Disetop

Jumat, 24 September 2021 | 01:10 WIB

Membudidayakan Klanceng agar Sejahtera

Jumat, 24 September 2021 | 01:00 WIB
X