Nasib Purna Pekerja Migran Tetap Perlu Diperhatikan dan Diberdayakan

- Sabtu, 11 Juli 2020 | 09:12 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, pekerja migran yang kembali ke tanah air nasib mereka tetap harus diperhatikan. Sebab nasib mereka selepas bekerja dari luar negeri belum tentu seperti dibayangkan orang, yakni sukses. Dia kerap menemukan, misalnya TKW yang bekerja di luar negeri di sektor domestik sebagai pembantu rumah tangga, saat bekerja kembali di tanah air, nasib mereka tetap sama, bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Dirinya berharap agar nasib purna pekerja migran juga diperhatikan. Mereka didorong untuk mendapat pelatihan ketrampilan sehingga saat kembali bekerja di tanah air, kehidupannya menjadi lebih baik.

"Karenanya saya menanyakan, apakah ada tidak anggaran untuk memberi pelatihan dan perhatian kepada para pekerja migrant yang kembali ke tanah air," kata Gus Jazil, sapaan Jazilul dalam ‘Diskusi Empat Pilar’ dengan tema  ‘Perlindungan dan Pemberdayaan Purna Pekerja Migrant Indonesia (PMI)’, kemarin.

Dalam diskusi yang diselenggarakan Biro Humas Setjen MPR juga menghadirkan anggota MPR Fraksi PDIP Rahmad Handoyo, dan Kepala BP2MI Benny Ramdhani. Sementara Benny Ramdhani mengungkapkan kendala-kendala yang dihadapi oleh lembaganya dalam memberi perlindungan kepada para pekerja migrant.

Kendala yang dihadapi adalah minimnya anggaran yang dimiliki oleh BP2MI. Kendala kedua adalah perbedaan data jumlah pekerja migran. Kementerian Luar Negeri memiliki data yang tak sama dengan Kementerian Tenaga Kerja. Bank Dunia pun juga memiliki data tersendiri mengenai berapa banyaknya pekerja asal Indonesia yang tersebar di 152 negara.

Ketiga adalah yang bisa dikatakan berat oleh Benny yakni adanya sindikat pengiriman tenaga kerja. Meski mereka kerap melakukan pelanggaran hukum dan tak manusiawi namun diungkapkan Benny. “Anehnya mereka tidak bisa dan tidak pernah tersentuh secara hukum.”

Sindikat ini menurut Benny melibatkan banyak pihak dan berasal dari oknum-oknum institusi kuat. Meski demikian Benny bertekad membersihkan sindikat pengiriman pekerja migran. Dirinya di BP2MI membentuk Satgas Anti Sindikat. "Saya menyatakan perang dengan sindikat itu,” tegasnya.

Rachmad Handoyo dalam kesempatan yang sama memberi apresiasi kepada Jazilul Fawaid dan Benny Rachmadani. Nasib para purna pekerja migrant dikatakan memang perlu diperhatikan. Ia pernah berkunjung ke salah satu pemerintah daerah, di mana pemerintah daerah itu memberi pelatihan kepada mereka yang tidak lagi bekerja di luar negeri.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Immune Booster Disalurkan ke Korban Banjir Lebak

Minggu, 19 September 2021 | 11:16 WIB

Membiasakan Hidup Bersama Covid-19

Minggu, 19 September 2021 | 00:34 WIB

Pandemi dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 19 September 2021 | 00:21 WIB
X