Kejagung Tidak Menutup Kemungkinan Kerja Sama Penegak Hukum Malaysia Tangkap Joko Tjandra

- Senin, 6 Juli 2020 | 20:35 WIB
Kejagung Tidak Menutup Kemungkinan Kerja Sama Penegak Hukum Malaysia Tangkap Joko Tjandra. (istimewa)
Kejagung Tidak Menutup Kemungkinan Kerja Sama Penegak Hukum Malaysia Tangkap Joko Tjandra. (istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak menutup kemungkinan kerja sama penegak hukum Malaysia tangkap Joko Tjandra. Apalagi sebelumnya sudah ditegaskan Jaksa Agung S Burhanudin tentang pengejaran dan penangkapan Joko Tjandra. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Ridwan Ismawanta.

"Yang jelas, [bagi] Kejaksaan, [Djoko Tjandra] harus ditangkap, eksekusi. Kan, masih DPO Kejaksaan," kata Ridwan.

Joko Tjandra adalah buronan kasus dugaan korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali. Berdasarkan informasi terbaru, Joko tengah sakit dan menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Kami baru terima suratnya, karena kemarin belum mendapat informasi secara pasti," ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan penasihat hukum Joko Tjandra bahwa ia kembali tak dapat menghadiri persidangan Peninjauan Kembali (PK) yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada hari ini.

Penasihat Hukum Joko Tjandra, Andi Putra Kusuma, mengatakan kliennya sebagai pemohon belum dapat menghadiri persidangan karena masih sakit dan dirawat di Kuala Lumpur, Malaysia. Ketua Majelis Hakim memutuskan untuk menunda kembali persidangan Joko hingga 20 Juli 2020.

 

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X