Riset Terapi Pengobatan Covid-19, Indonesia Gandeng Costa Rica

Ant
- Sabtu, 4 Juli 2020 | 14:55 WIB
Istimewa
Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 menjajaki kolaborasi riset terapi pengobatan Covid-19 dengan Instituto Clodomiro Picado (ICP) Costa Rica.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Ali Ghufron Mukti mengungkapkan, melalui kolaborasi riset ini akan membuka peluang  bagi luar negeri untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19.
 
"Melalui program Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, kami membuka peluang bagi luar negeri untuk menjadi mitra strategis, karena program ini memprioritaskan transfer teknologi antar negara untuk mendukung program riset dan inovasi selama masa pandemi Covid-19," kata Ali Ghufron Mukti dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7)

Potensi Besar

Ghufron mengungkapkan, hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Costa Rica memiliki potensi besar bagi Indonesia di bidang riset dan pengembangan untuk memerangi wabah yang sedang berlangsung. .

Demikian Ghufron, saat acara diskusi virtual Discussion on Covid-19 Therapeutic Treatment Model Development in Costa Rica yang diselenggarakan Kemristek bersama Kementerian Luar Negeri.

Pada kesempatan itu, Duta Besar Costa Rica di Jakarta HE Esteban Quirós Salazar menyampaikan pentingnya kolaborasi untuk saling mendukung dalam masa pandemi ini.

Dia menuturkan keterbukaan dan saling berbagi informasi meningkatkan keberhasilan dalam riset bilateral terkait Covid-19 serta membuka peluang kerja sama di berbagai bidang ke depannya.

"Hal ini merupakan kesempatan yang sangat bagus, apalagi di momen yang dunia alami saat ini. Kolaborasi dan kerja sama riset sangat penting, sebab keberhasilan riset di suatu negara akan menjadi lebih baik jika saling berbagi informasi yang dimiliki. Tidak ada keraguan, saya yakin kita bisa bekerja sama dengan baik, selain mewujudkan kerja sama di bidang lain ke depannya," ujar Esteban.

Antiserum Covid-19

Direktur Instituto Clodomiro Picado (ICP) Costa Rica, Alberto Alape Girón, mengatakan pihaknya saat ini sedang mengembangkan antiserum Covid-19 dari plasma darah pasien.

Pihaknya juga selama puluhan tahun melakukan riset dan pengembangan anti racun ular dan saat ini berupaya berperan aktif dalam riset terkait Covid-19.

Instituto Clodomiro Picado (ICP) sudah berdiri selama 50 tahun, dan program penelitian di institusi itu intensif mengenai ular dan racunnya untuk memproduksi anti racun ular, serta memiliki infrastruktur dan peralatan yang memadai terkait penelitian tentang antibodi.

"Beberapa bulan terakhir kami sedang meneliti untuk mengembangkan antibodi melalui metode plasma convalescent dari pasien Covid-19," ujar Alberto.

Pada akhir Mei 2020, Indonesia menyatakan dukungannya terhadap prakarsa Solidarity Call to Action yang diusulkan oleh pemerintah Costa Rica kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X