Jelang Peringatan Hari Besar, Kemenag Terbitkan Pedoman Peringatan Keagamaaan Saat Pandemi

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 14:12 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan sambutan secara virtual dalam kegiatan kuliah umum dan peluncuran pusat studi moderasi beragama di Kampus Unwahas. (suaramerdeka.com/dok)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan sambutan secara virtual dalam kegiatan kuliah umum dan peluncuran pusat studi moderasi beragama di Kampus Unwahas. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Terkait adanya peringatan hari besar keagamaan mendatang, Kementrian Agama (Kemenag) menerbitkan pedoman penyelenggaran di masa Pandemi.

Hal ini dilakukan guna untuk menekan risiko Penularan Virus Covid-19 dalam pelaksanaan kegiatan keagaamn yang akan berlangsung.

Peringatan hari besar dalam waktu dekat ini adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Pedoman kami terbitkan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi SAW, Natal, dan hari besar keagamaan lainnya pada masa pandemi Covid-19," Ungkap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dikutip dari siaran pers kementrian di Jakarta, Jum’at, 8 Oktober 2021 lalu.

Baca Juga: Upgris Targetkan Penambahan Jurnal Terindeks Scopus

Menteri Agama Menyampaikan bahwa, Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari besar Keagamaan tersebut tertuang pada Surat Edaran Menteri Agama No.29 Tahun 2021 yang disusun dengan memperhatikan kondisi Penularan Virus Covdi-19 di beberapa daerah di Indonesia.

Berdasarkan Ketentuan yang telah dikeluarkan oleh Kemenag, untuk daerah yang memiliki status PPKM Level 3 dan 4 disarankan untuk menyelenggarakan Peringatan Hari besar Keagamaan secara Virtual atau Online.

Sedangkan, apabila menyelenggarakan kegiatan Peringatan hari besar secara tatap muka, disarankan untuk menyelenggarakan di tempat yang memiliki ruang terbuka dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

Kegiatan hanya boleh diikuti oleh beberapa warga dari daerahnya sendiri, dengan jumalh kapasitas orang harus maksimal 50 persen dari tempat yang digunakan.

Baca Juga: 10 Keutamaan Bulan Rabiul Awal, Bulan Kelahiran dan Wafatnya Rasulullah SAW

Oleh Karena itu dalam penyelenggaran selama kegiatan, penyelenggara acara harus menyediakan petugas yang akan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan selama berlangsung.

Beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya adalah, memeriksa suhu tubuh peserta, mengatur jarak antar peserta, serta tidak lupa juga selalu menyediakan masker cadangan dan berbagai penunjang lainya dalam hal menerapkan protokol kesehatan.

Kemudian untuk daerah yang memiliki status PPKM Level 1dan 2, penyelenggaraan kegiatan Peringatan hari besar keagamaan dapat dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol yang sangat ketat.

Menteri Keagamaan, Yaqut mengatakan bahwa Penyelenggara Kegiatan keagamaan dianjurkan untuk menyediakan QR Code dari aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga: Serbuan Vaksin Capai 75 Persen, Karanganyar Kabupaten Tertinggi di Soloraya

Bagi peserta kegiatan disarankan untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna untuk mempermudah dalam mendeteksi kasus penularan Covid-19.

Berdasarkan ketentuan dari pemerintah, bagi peserta kegiatan kegamaan yang memiliki usia 60 Tahun keatas dan ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengikuti kegiataan keagaaman yang dihadiri oleh banyak orang.

Selain itu, Pemerintah juga melarang adanya pelaksanaan pawai dalam rangka untuk merayakan peringatan hari besar.

“Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka peringatan hari besar keagamaan yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar,” tutur Menteri Agama.* (mg12)

 

Halaman:
1
2
3

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X