Jelang Peringatan Hari Besar, Kemenag Terbitkan Pedoman Peringatan Keagamaaan Saat Pandemi

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 14:12 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan sambutan secara virtual dalam kegiatan kuliah umum dan peluncuran pusat studi moderasi beragama di Kampus Unwahas. (suaramerdeka.com/dok)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan sambutan secara virtual dalam kegiatan kuliah umum dan peluncuran pusat studi moderasi beragama di Kampus Unwahas. (suaramerdeka.com/dok)

Oleh Karena itu dalam penyelenggaran selama kegiatan, penyelenggara acara harus menyediakan petugas yang akan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan selama berlangsung.

Beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya adalah, memeriksa suhu tubuh peserta, mengatur jarak antar peserta, serta tidak lupa juga selalu menyediakan masker cadangan dan berbagai penunjang lainya dalam hal menerapkan protokol kesehatan.

Kemudian untuk daerah yang memiliki status PPKM Level 1dan 2, penyelenggaraan kegiatan Peringatan hari besar keagamaan dapat dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol yang sangat ketat.

Menteri Keagamaan, Yaqut mengatakan bahwa Penyelenggara Kegiatan keagamaan dianjurkan untuk menyediakan QR Code dari aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga: Serbuan Vaksin Capai 75 Persen, Karanganyar Kabupaten Tertinggi di Soloraya

Bagi peserta kegiatan disarankan untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna untuk mempermudah dalam mendeteksi kasus penularan Covid-19.

Berdasarkan ketentuan dari pemerintah, bagi peserta kegiatan kegamaan yang memiliki usia 60 Tahun keatas dan ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengikuti kegiataan keagaaman yang dihadiri oleh banyak orang.

Selain itu, Pemerintah juga melarang adanya pelaksanaan pawai dalam rangka untuk merayakan peringatan hari besar.

“Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka peringatan hari besar keagamaan yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar,” tutur Menteri Agama.* (mg12)

 

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X