Jelang Peringatan Hari Besar Keagamaan, Ini Pedoman Penyelenggaraan di Wilayah PPKM Level 1-4

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 15:20 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas(Kemenag)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas(Kemenag)

SUARAMERDEKA.COM - Terkait adanya Peringatan Hari besar Keagamaan mendatang, Kementerian Agama Menerbitkan Pedoman Penyelenggaran di masa Pandemi.

Hal ini dilakukan guna untuk menekan risiko Penularan Virus Covid-19 dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan yang akan berlangsung.

“Pedoman kami terbitkan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi SAW, Natal, dan hari besar keagamaan lainnya pada masa pandemi COVID-19," ungkap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dikutip dari siaran pers kementrian dijakarta, pada JUmat 8 Oktober 2021.

Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari besar Keagamaan tersebut tertuang pada Surat Edaran Menteri Agama No.29 Tahun 2021 yang disusun dengan memperhatikan kondisi Penularan Virus Covdi-19 di beberapa wilayah di Indonesia.

Baca Juga: Polri Tangkap Pelaku Utama Kerusuhan di Yahukimo Papua

Berdasarkan Ketentuan yang telah dikeluarkan oleh kementrian agama, untuk daerah yang memiliki status PPKM Level 3 dan 4 disarankan untuk menyelenggarakan Peringatan Hari besar Keagamaan secara Virtual atau Online.

Sedangkan, apabila menyelenggarakan kegiatan Peringatan hari besar secara tatap muka, disarankan untuk menyelenggarakan di tempat yang memiliki ruang terbuka dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

Kegiatan hanya boleh diikuti oleh beberapa warga dari wilayahnya sendiri, dengan jumlah kapasitas orang harus maksimal 50% Persen dari tempat yang digunakan.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri di Masjid Afghanistan, Pengamat: Bersyukur Indonesia Punya Densus 88

Oleh Karena itu dalam Penyelenggaran selama Kegiatan, Penyelenggara Acara harus menyediakan Petugas yang akan mengawasi pelaksanaan Protokol kesehatan selama berlangsung.

Beberapa hal yang harus dilakukan di antaranya adalah, memeriksa suhu tubuh peserta, mengatur jarak antar peserta, serta tidak lupa juga selalu menyediakan masker cadangan dan berbagai Penunjang lainya dalam hal menerapkan protokol kesehatan.

Kemudian untuk daerah yang memiliki status PPKM Level 1 dan 2, Penyelenggaraan kegiatan peringatan hari besar keagamaan dapat dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol yang sangat ketat.

Baca Juga: Ini Sembilan Fakta Bahasa Indonesia yang Wajib Kamu Tahu

Menteri Keagamaan, Yaqut mengatakan bahwa Penyelenggara Kegiatan keagamaan dianjurkan untuk menyediakan QR Code dari aplikasi PeduliLindungi. bagi peserta kegiatan disarankan untuk menggunakan aplikasi ini guna untuk mempermudah dalam mendeteksi Kasus Penularan Covid-19.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X