Penyelidikan Kasus Dugaan Pemerkosaan Tiga Anak di Luwu Timur Terhenti, KSP Minta Polri Dibuka Ulang

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 12:01 WIB
Ilustrasi penghentian proses penyelidikan oleh polisi dalam kasus kekerasan seksual di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (Project M/Muhammad Nauval Firdaus - di bawah lisensi Creative Commons BY-NC-ND 2.0)
Ilustrasi penghentian proses penyelidikan oleh polisi dalam kasus kekerasan seksual di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (Project M/Muhammad Nauval Firdaus - di bawah lisensi Creative Commons BY-NC-ND 2.0)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kasus pemerkosaan terhadap tiga anak di Luwu Timur itu terjadi 2019.

Kasus pemerkosaan terhadap tiga anak di Luwu Timur itu dilakukan ayah kandungnya sendiri dan sempat viral.

Akan tetapi penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan terhadap tiga anak di Luwu Timur terhenti.

Baca Juga: DPR Beri Persetujuan Amnesti Dosen Saiful Mahdi, Hamid Noor Yasin: PKS Dukung Penuh

Karena dianggap melukai nurani, Kantor Staf Presiden (KSP) meminta Polri untuk membuka lagi penyelidikan kasus pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur itu.

“Walaupun kasus telah berlangsung pada tahun 2019, dan penyelidikan telah dihentikan oleh Polres, KSP berharap agar Polri membuka ulang proses penyelidikan kasus tersebut,” kata Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani, seperti yang dikutip suaramerdeka.com dari pikiran-rakyat.com, sabtu, 9 Oktober 2021.

Dihebtikannya penyelidikan itu, karena polisi tidak menemukan cukup bukti.

Baca Juga: Hormati Putusan MK, BPJAMSOSTEK Tetap Fokus Kejar Perluasan Kepesertaan

Sehingga Polres Luwu Timur menghentikan proses penyelidikan pada tanggal 10 Desember 2019, persis dua bulan setelah kasus dilaporkan oleh ibu korban.

Jaleswari mengatakan, Presiden Jokowi sangat tegas dan tidak memberikan toleransi terhadap predator seksual anak.

Maka dari itu, dia mengatakan pada tanggal 7 Desember 2020 Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

Selain itu, Jaleswari menegaskan, sebelumnya dalam rapat terbatas tentang Penanganan Kasus Kekerasan kepada Anak tanggal 9 Januari 2020, Presiden Jokowi  juga memberi arahan agar kasus kekerasan terhadap anak ditindaklanjuti secepat-cepatnya.

Artikel ini telah dimuat di pikiran-rakyat.com dengan judul: Kasus Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Lukai Nurani, KSP: Jokowi Tegas Tak Toleransi Predator Seksual



Halaman:
1
2

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berhasil Kabur, Bandar Narkoba Tabrak Anggota Polisi

Senin, 22 November 2021 | 11:58 WIB

Sepanjang 2021, Polri Tangani 69 Kasus Mafia Tanah

Jumat, 19 November 2021 | 15:11 WIB
X