Penyelidikan Kasus Dugaan Pemerkosaan Tiga Anak di Luwu Timur Terhenti, KSP Minta Polri Dibuka Ulang

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 12:01 WIB
Ilustrasi penghentian proses penyelidikan oleh polisi dalam kasus kekerasan seksual di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (Project M/Muhammad Nauval Firdaus - di bawah lisensi Creative Commons BY-NC-ND 2.0)
Ilustrasi penghentian proses penyelidikan oleh polisi dalam kasus kekerasan seksual di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (Project M/Muhammad Nauval Firdaus - di bawah lisensi Creative Commons BY-NC-ND 2.0)

Jaleswari mengatakan, Presiden Jokowi sangat tegas dan tidak memberikan toleransi terhadap predator seksual anak.

Maka dari itu, dia mengatakan pada tanggal 7 Desember 2020 Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

Selain itu, Jaleswari menegaskan, sebelumnya dalam rapat terbatas tentang Penanganan Kasus Kekerasan kepada Anak tanggal 9 Januari 2020, Presiden Jokowi  juga memberi arahan agar kasus kekerasan terhadap anak ditindaklanjuti secepat-cepatnya.

Artikel ini telah dimuat di pikiran-rakyat.com dengan judul: Kasus Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Lukai Nurani, KSP: Jokowi Tegas Tak Toleransi Predator Seksual



Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berhasil Kabur, Bandar Narkoba Tabrak Anggota Polisi

Senin, 22 November 2021 | 11:58 WIB
X