PMI Resmikan 2 Juta Vaksin untuk Indonesia, Relawan Dikerahkan Jadi Vaksinator

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 12:03 WIB
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla meninjau pelaksanaan vaksinasi di kompleks Setda Sleman bertepatan launching 2 Juta Vaksin bagi Indonesia, Sabtu, 9 Oktober 2021. (suaramerdeka.com / Amelia Hapsari)
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla meninjau pelaksanaan vaksinasi di kompleks Setda Sleman bertepatan launching 2 Juta Vaksin bagi Indonesia, Sabtu, 9 Oktober 2021. (suaramerdeka.com / Amelia Hapsari)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Untuk membantu percepatan vaksinasi Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) meresmikan 2 juta vaksin bagi Indonesia.

Launching dilaksanakan di Pendopo Parasamya Sleman, Sabtu 9 Oktober 2021 oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla.

Dalam waktu bersamaan dilakukan launching PMI secara virtual di 4 provinsi yakni Aceh, Lampung, Kalimantan Barat, dan Gorontalo.

Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial PMI Pusat, Fachmi Idris menjelaskan, dukungan PMI terhadap pelaksanaan vaksinasi ini sesuai dengan arahan Ketua Umum yang disampaikan pada Juli lalu.

Baca Juga: Hadiri Parlemen G20, Puan Ingatkan Global Vaccination Road Map

Kala itu, Indonesia sedang menghadapi puncak pandemi gelombang kedua.

"Disadari bahwa pemerintah tidak mungkin menyelesaikan sendiri permasalahan pandemi ini, sehingga diputuskan PMI akan mendukung program vaksinasi hingga tingkat daerah," kata Fachmi saat launching.

Selanjutnya, pengurus pusat mengirimkan surat ke Kementerian Kesehatan untuk permohonan alokasi 2 juta vaksin.

Permintaan itu disetujui dengan syarat PMI melatih relawannya menjadi vaksinator.

Baca Juga: Surat Teguran WADA untuk Indonesia Terkait Doping, Begini Klarifikasi dari Menpora

"Sampai sekarang sudah 2.300 relawan yang ditraining. Minggu depan rencananya akan dilakukan lagi pelatihan bagi sekitar 700 relawan," ujarnya.

Meski baru saja di-launching 2 juta vaksin, program vaksinasi oleh PMI sejatinya sudah berjalan sejak beberapa pekan lalu.

Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, vaksinasi telah menjangkau lebih dari 850 ribu orang di seluruh Indonesia.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, turunnya angka kasus Covid-19 dibanding bulan lalu merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjalanlan prokes 5M, 3T, dan vaksinasi.

Baca Juga: Peringatan Hari Kesehatan Mental Dunia, Begini Sejarahnya

"Vaksinasi ini penting guna menahan laju sebaran Covid-19. Untuk menjaga imunitas masyarakat secara umum dibutuhkan setidaknya 400 juta suntikan bagi 200 juta penduduk, dan per hari ini tercapai sekitar 30 persen," kata mantan Wakil Presiden RI ini.

Target 400 juta dosis itu, menurut dia, bukan suatu hal yang mudah sehingga PMI merasa tergugah untuk ikut membantu pemerintah.

Terlebih, organisasi kemanusiaan ini memiliki banyak relawan kesehatan yang tersebar di daerah.

Diharapkan, penyuntikan 2 juta dosis vaksin bisa selesai dalam jangka waktu satu bulan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyambut baik langkah kolaborasi dengan PMI ini. Sebab jika hanya mengandalkan faskes, herd immunity akan sulit terkejar.

PMI Sleman sendiri mendapat jatah 16 ribu dosis Sinovac.

"Kami akan gencarkan vaksinasi di faskes dan sentra maupun dengan sistem jemput bola. Sampai hari ini sudah 79 persen warga yang divaksin," ucapnya.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X