New Normal, Penggunaan Transportasi Publik dan Kegiatan Ibadah Belum Pulih Secara Normal

- Sabtu, 20 Juni 2020 | 11:00 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penggunaan transportasi publik padat penumpang dalam kota seperti Transjakarta, bus, KRL, hingga MRT di era New Normal hanya akan pulih 33,9 persen. Hal itu dinilai wajar mengingat penumpang KRL itu sendiri memang sudah dibatasi, 74 orang per gerbong demi mencegah penularan Covid-19.  Meski sudah dikurangi, masyarakat tampaknya masih cukup khawatir terhadap risiko penularan virus ini.

Di sisi lain, tingkat pemulihan penggunaan kendaraan taksi atau taksi online berkisar adalah 44,16 persen, lebih tinggi dari ojek atau ojek online. Walaupun demikian, cukup terlihat bahwa masyarakat akan cukup mengurangi frekuensi bepergian secara umum. Lalu lintas sepertinya akan kembali pulih sebesar 40 hingga 45 persen dari masa normal sebelum Covid-19.

Kegiatan ibadah atau keagamaan di masjid, gereja, pura, atau vihara juga belum akan pulih secara normal. Survei menunjukkan bahwa pemulihan kegiatan publik di tempat ibadah pada saat New Normal adalah 48,4 persen saja. Sementara itu, kegiatan-kegiatan perkumpulan bertema upacara adat seperti pernikahan, dan sejenisnya, akan pulih 36% di masa New Normal nanti.

Seperti itulah perubahan aktivitas masyarakat di era New Normal menurut survei Lifepal. Secara total, New Normal memang tidak akan mengembalikan aktivitas warga sebesar 100 persen seperti pada masa sebelum Pandemi Covid-19. Survei ini juga menunjukkan, dua aktivitas yang akan paling banyak dikurangi masyarakat di era New Normal adalah olahraga di gym atau tempat tertutup, serta aktivitas hiburan outdoor padat massa.

Survei dilakukan dengan metode random sampling terhadap 561 responden yang merupakan warga domisili Jakarta, maupun orang-orang yang beraktivitas rutin di Jakarta. Perbandingan jumlah responden dalam survei ini adalah, pria 48 persen dan wanita 52 persen.

Lewat survei tersebut, Lifepal mencatat bahwa rata-rata frekuensi aktivitas masyarakat di Jakarta saat New Normal hanya berkisar 42,6% saja dibandingkan dengan masa sebelum pandemi.

 

Editor: Andika

Tags

Terkini

X