Kemendikbud Sinergikan Lembaga Kursus dengan Industri untuk Tingkatkan Keterserapan Lulusan

- Selasa, 16 Juni 2020 | 08:55 WIB
Kemendikbud Sinergikan Lembaga Kursus dengan Industri untuk Tingkatkan Keterserapan Lulusan. (istimewa)
Kemendikbud Sinergikan Lembaga Kursus dengan Industri untuk Tingkatkan Keterserapan Lulusan. (istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sinergikan lembaga kursus dengan industri untuk tingkatkan keterserapan lulusan. Sinergi itu dilakukan melalui program penguatan untuk mempersiapkan angkatan kerja muda dengan bekal pendidikan dan keterampilan yang mensinergikan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

"Tujuannya membangun sumber daya manusia (SDM) muda yang berketrampilan kerja maupun berwirausaha mandiri dan bermartabat," ujar Wikan Sakarinto, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi melalui telekonferensi, Senin (15/6).

Artinya, sama dengan strategi pada pendidikan formal (vokasi), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) juga “dinikahkan” dengan Industri, DUDI. Sehingga "pernikahan massal" kursus dan pelatihan akan menciptakan SDM yang sesuai dengan kebutuhan riil di dunia kerja, tambah Wikan.

Ada dua program yang akan disinergikan dengan DUDI yaitu Program Kecakapan Kerja (PKK) dan Program Kecakapan Wirausaha (PKW). Pada PKK sasarannya adalah 50 ribu orang, sedangkan PKW akan diberikan kepada 16.676 orang.

Dengan adanya sinergi melaui kedua program ini diharapkan dunia usaha mampu menjamin keterserapan lulusan di dunia kerja serta  membantu terwujudnya lulusan merintis usaha sendir.

"Apalagi, dengan target yang relatif masif tahun 2020, yaitu sekitar 50 ribu orang calon peserta Program Pelatihan Kecakapan Kerja (PKK), program ini harus dilakukan sinergi dan gotong royong antara LKP dengan berbagai pihak, terutama DUDI dan dunia kerja," tuturnya.

Prinsipnya, LKP harus juga menikah dengan DUDI dan dunia kerja. "Link and Match" ini akan lebih memastikan kesesuaian dan daya serap lulusan di dunia kerja. Sehingga lulusan akan segera memiliki kemandirian untuk mencapai kehidupan yang lebih mapan.

Wikan menjelaskan, sekitar 16 ribu orang calon peserta lainnya akan mengikuti Pelatihan Kecakapan Wirausaha (PKW). Mereka akan dilatih dan didekatkan dengan berbagai skema dukungan agar mereka mampu mengembangkan bisnis yang diharapkan akan terus berkembang, mendapatkan modal rintisan usaha dan mampu menyerap tenaga kerja di bidang non-formal.

"Totalnya di 2020 ini diharapkan akan segera tercipta 66 ribu SDM trampil dan berdaya mandiri, dihasilkan dari PKK dan PKW ini," bebernya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X