Tekan Sampah Plastik, Produsen Perlu Mengambil Peran dalam Pengelolaan

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 13:45 WIB
ilustrasi sampah plastik (pixabay)
ilustrasi sampah plastik (pixabay)

SURABAYA suaramerdeka.com - Para pegiat lingkungan menyebutkan, produksi plastik sekali pakai yang begitu masif tanpa adanya tanggung jawab perusahaan justru akan mempersulit capaian dari target pemerintah untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Peneliti Ecoton Andreas Agus Kristanto Nugroho mengutarakan hasil audit sampah menunjukkan sebanyak 1.776 item teridentifikasi dari kegiatan yang dilakukan pada tanggal 25 Juli dan 1 Agustus 2021.

Sampah-sampah plastik itu berasal dari 220 merek dan milik 127 perusahaan induk.

Dari jumlah itu, sejumlah produsen atau pabrik menjadi penyumbang terbesar sampah plastik tersebut. 

Baca Juga: Siswa SMK Negeri Matesih Karanganyar Dapat Materi Entrepreneurship Dosen DKV ISI Surakarta

“Sampah plastik yang berada di Pantai Timur Surabaya ini tidak lepas dari peran produsen dalam membuat kemasan-kemasan plastik atau sachet kecil untuk produknya."

"Produsenlah yang memproduksi, produsen juga yang seharusnya bertanggungjawab atas produksinya."

"Dengan begitu, sampah plastik ini tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah. Produsen pun harus terlibat,” kata Andreas dikutip dari media massa

Menurut dia, untuk menekan sampah plastik di lingkungan, produsen perlu mengambil peran dalam pengelolaan sampah, dengan mengambil kembali sampah produknya yang ada di lingkungan.

Baca Juga: KBRI Den Haag Dukung Pemajuan dan Pemberdayaan Perempuan dalam Bidang Sains

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banten, DKI Jakarta Diguncang Gempa Magnitudo 6,7 SR

Jumat, 14 Januari 2022 | 16:53 WIB
X