Kasus Pemerkosaan Anak di Luwu Timur Ditemukan Bukti Baru, Humas Polri: Penyidikan Bisa Dilanjut

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:42 WIB
Pencabulan/Ilustrasi Pixabay
Pencabulan/Ilustrasi Pixabay

“Ini tidak final. Apabila memang ditemukan bukti-bukti baru maka penyidikan bisa dilakukan kembali,” Kamis 7 Oktober 2021.

Kapolres Luwu Timur AKBP Silvester MM mengatakan penyidik telah memeriksa saksi dan mantan suaminya selaku terlapor.

Namun berdasarkan asesmen P2TP2A Luwu Timur, tidak ditemukan tanda-tanda trauma pada ketiga korban terhadap ayahnya.

LBH Makassar tidak setuju dengan hasil asesmen P2PT2A yang menjadi alasan polisi menghentikan kasus tersebut.

Baca Juga: Kondisi Tukul Arwana Mulai Membaik, Manajer: Sudah Bisa Tertawa

Resky Pratiwi mengatakan bahwa sejak awal sudah ada maladministrasi dan kecenderungan keberpihakan petugas P2TP2A Luwu Timur, sehingga asesmen menjadi tidak objektif.

Resky juga menambahkan para korban tidak didampingi orang tua, psikolog atau pendamping lainnya saat diperiksa. Ibu korban sebagai pelapor juga tidak didampingi pengacara.

Seharusnya, dalam Undang-undang Sistem Peradilan Anak (SPPA), anak wajib didampingi orang tuanya dan pendampingan dari pihak hukum.

Silvester menjelaskan pada saat kasus terjadi di awal Oktober 2019, ia belum menjabat. Silvester baru menjabat Kapolres Luwu Timur pada Juli 2021.

***

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berhasil Kabur, Bandar Narkoba Tabrak Anggota Polisi

Senin, 22 November 2021 | 11:58 WIB

Sepanjang 2021, Polri Tangani 69 Kasus Mafia Tanah

Jumat, 19 November 2021 | 15:11 WIB
X