Mantan Dirut Ditahan KPK, PT DI Serahkan ke Proses Hukum

- Sabtu, 13 Juni 2020 | 15:17 WIB
Istimewa
Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pihak PT Dirgantara Indonesia tak memberikan banyak pernyataan terkait dengan kasus korupsi dugaan penjualan dan pengadaan fiktif yang melibatkan mantan direktur utamanya, Budi Santoso.

Bersama Asisten Dirut Bidang Bisnis Pemerintah PT DI, Irzal Rinaldi Zailani yang juga tersangkut, Budi Santoso sudah ditahan KPK guna penanganan perkara tersebut.

Sehubungan dengan informasi penetapan status hukum kedua mantan petingginya itu, PT DI mempersilahkan KPK untuk melakukan penegakan hukum. Mereka pun siap membantu lembaga anti rasuah tersebut dalam mengungkap kasus itu.

"Dalam hal ini, PT DI menghormati dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK dengan tetap mengedepankan azas hukum praduga tak bersalah," kata Sekretaris Perusahaan PT Dirgantara Indonesia (Persero), Irland Budiman dalam keterangannya, Sabtu (13/6).

Dijelaskan, perseroan percaya bahwa KPK akan menjalankan tanggung jawab dan kewenangannya terkait dengan proses penyidikan perkara tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Tentunya PT DI akan bersikap kooperatif terhadap seluruh proses penyidikan yang sedang berjalan guna penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi di Indonesia," jelasnya.

Dalam kasus itu, KPK menyebut perbuatan kedua tersangka diduga mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 330 miliar. Modus yang digunakan membuat kontrak fiktif terkait pemasaran dan penjualan di PT DI pada 2007 hingga 2017. Kontrak itu melibatkan lima mitra, yang disebut tak menjalankan pekerjaan berdasarkan kewajiban yang tercakup dalam materi perjanjian kerjasama.

 

Editor: Maya

Tags

Terkini

X