Lily Wahid: Jangan Mau Dibenturkan di Muktamar NU

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 22:08 WIB
Adik kandung Presiden KH Abdurrahman Wahid, Hj Lily Chodijah Wahid foto bersama dengan para pengurus NU sebelum pelantikan PCNU Kota Semarang masa Khidmah 2021-2026 di Masjid Al-Muhajirin, Anak Ranting NU Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Selasa malam (5/10). (sm/dok)
Adik kandung Presiden KH Abdurrahman Wahid, Hj Lily Chodijah Wahid foto bersama dengan para pengurus NU sebelum pelantikan PCNU Kota Semarang masa Khidmah 2021-2026 di Masjid Al-Muhajirin, Anak Ranting NU Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Selasa malam (5/10). (sm/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Adik kandung Presiden KH Abdurrahman Wahid, Hj Lily Chodijah Wahid mengingatkan kader-kader Nahdlatul Ulama (NU) dari pusat sampai anak ranting tetap menjaga silaturahmi, kekompakan dan kebersamaan.

‘’Menjelang Muktamar NU biasanya hangat dan biasa ada senggolan-senggolan. Tetapi ingat jangan mau dibentur-benturkan sesama kiai di Muktamar NU,’’ tegasnya.

Baca Juga: NU Perlu Segarkan Grand Desain dan Strategi

Dia mengatakan hal itu saat memberi pembekalan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang masa Khidmah 2021-2022 di Masjid Al-Muhajirin, Anak Ranting NU Jatisari, Desa Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Selasa malam (5/10).

Menjelang satu abad usia NU pada 2026 mendatang , Lily Wahid mengingatkan tantangan NU menjaga ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan setanah air) dan ukhuwah basyariah atau ukhuwahinsaniyah (persaudaraan umat manusia) semakin berat.

‘’Hari ini, Indonesia adalah satu-satunya negara yang mampu meredam konflik agamanya. Tidak seperti yang terjadi di beberapa wilayah negara lain muncul konflik yang berkepanjangan. Alhamdulillah Indonesia tidak berkat peran para ulama para kiai dan kader-kader NU di seluruh nusantara,’’ tegasnya.

Baca Juga: Pangdam IV Diponegoro Dampingi Kunjungan Kerja Wapres RI di Jateng, Ini yang Dilakukan

Menurut Lily Wahid yang bisa menjaga ukhuwah dengan siapapun termasuk dengan para seniman hanya kader-kader Nahdliyyin.

Karena itu kepada pengurus NU yang baru dilantik dia minta supaya ‘’nata niat’’ (menata niat), bahwa berkhidmah di NU untuk beribadah. Dia merasa yakin apabila menjadi pengurus  NU dengan niat ibadah, maka Allah Swt akan membalasnya dengan berbagai kemudahan dalam perjalanan hidup.

Dia juga mengingatkan manakala ada orang yang niat jadi pengurus selain ibadah, sangat berbahaya. ‘’NU niku malati lho, segera luruskan niat,’’ tegasnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB
X