PPK dan PPS Segera Diaktifkan Lagi

RAPAT ANGGARAN : KPU, Bawaslu dan Pemkab Rembang, menggelar rapat anggaran tambahan Pilbup Kabupaten Rembang tahun 2020, Minggu malam. (suaramerdeka.com/SM/Mulyanto Ari Wibowo)
RAPAT ANGGARAN : KPU, Bawaslu dan Pemkab Rembang, menggelar rapat anggaran tambahan Pilbup Kabupaten Rembang tahun 2020, Minggu malam. (suaramerdeka.com/SM/Mulyanto Ari Wibowo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana memulai kembali tahapan pilkada pada 15 Juni 2020. Hal ini menyusul keputusan untuk melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember mendatang.

Tahapan dilanjutkan setelah hampir tiga bulan tertunda akibat pandemi Covid-19.

Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, sebagaimana bunyi rancangan Peraturan KPU (PKPU) tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Pilkada, tahapan lanjutan akan dimulai dengan pembentukan petugas ad hoc.

Artinya, KPU akan mengaktifkan kembali dan melantik panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS).

”Mengaktifkan kembali yang sudah dilantik dan melantik yang sudah terbentuk tapi belum dilantik karena penundaan,” kata Raka, Senin (8/6).

Dia menjelaskan, pelantikan anggota PPK dan PPS akan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Pelantikan akan dilakukan secara bergelombang dengan membatasi jumlah peserta yang dilantik oleh KPU kabupaten/kota di masing-masing kecamatan.

Jika kondisi geografis dan situasi daerah tidak memungkinkan pelantikan secara langsung, KPU kabupaten/kota dapat menyelenggarakan secara daring atau virtual.

Jika pelantikan digelar secara langsung, setiap orang yang hadir harus mematuhi protokol kesehatan dengan mengatur jarak. Seluruh peserta yang hadir harus dicek suhu tubuhnya dan diwajibkan mengenakan alat pelindung diri, minimal masker.

Sebelumnya, dalam uji publik rancangan PKPU tentang Pilkada 2020, Raka Sandi meminta pasangan calon tidak menghadirkan pendukung saat debat publik.

Halaman:

Editor: Andy Kristiyan

Tags

Terkini

X