Pemberangkatan Haji Mundur secara Karambol

- Minggu, 7 Juni 2020 | 00:00 WIB
SM/Antara : GAGALBERANGKAT : Jemaah Calon Haji Legiyo (kiri) dan Nyami (kanan) menunjukan bukti pelunasan pembayaran ibadah haji di Kadireso, Teras, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (3/6/2020). Legiyo dan Nyami yang sehari-hari berjualan ikan goreng tersebut menjadi bagian dari jemaah calon haji Indonesia yang tidak bisa menunaikan ibadah haji tahun ini.
SM/Antara : GAGALBERANGKAT : Jemaah Calon Haji Legiyo (kiri) dan Nyami (kanan) menunjukan bukti pelunasan pembayaran ibadah haji di Kadireso, Teras, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (3/6/2020). Legiyo dan Nyami yang sehari-hari berjualan ikan goreng tersebut menjadi bagian dari jemaah calon haji Indonesia yang tidak bisa menunaikan ibadah haji tahun ini.

CALON jamaah haji (calhaj) Jawa Tengah yang sedianya berangkat pada 2020, akan diberangkatkan pada tahun depan atau pada 2021. Begitu juga calhaj lainnya, yang berangkat 2021 akan mundur dan berangkat pada 2022 dan seterusnya. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHO), Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, Muhammad Saidun. “Yang mustinya rencana awal kita berangkatkan pada 2020, kita tunda di 2021. Kemudian, yang rencana berangkat pada 2021 kita tunda menjadi 2022, begitu seterusnya, karambol ke belakang,” katanya, Kamis (4/6).

Menurut dia, kebijakan pemerintah, khususnya Kemenag terkait penundaan pemberangkatan haji tahun ini merupakan hal tepat. Hal ini sebagai ikhtiar untuk menekan risiko terkena wabah virus korona. Sejurus kemudian, jajaran petugas bidang haji Kemenag wilayah Jawa Tengah menindaklanjuti hal tersebut dengan menyampaikannya kepada calon jamaah haji.

Insya Allah apa yang menjadi keputusan pak Menteri dan pemerintah adalah keputusan terbaik. Karena sudah melalui pertimbangan yang rinci, detail dan panjang. Dari segala aspek sudah dipertimbangkan,” terangnya. Pihaknya telah meyakinkan, memberikan pengertian kepada calon jamaah haji Jawa Tengah maupun masyarakat umum bahwa keputusan (penundaan pemberangkatan haji 2020) tersebut sebagai pilihan yang paling kecil risikonya, khususnya bagi calon jamaah haji itu sendiri.

Dia menambahkan, secara umum calhaj Jawa Tengah 2020 sebanyak 30.377 orang. Rinciannya, calhaj dari kategori masyarakat umum sebanyak 30.191 orang. Kemudian, sebanyak 252 calhaj dari kategori petugas haji daerah (PHD), yaitu petugas yang diberangkatkan dan dibiayai oleh gubernur / bupati atau wali kota dengan anggaran pemerintah daerah. Selanjutnya, sebanyak 34 calon jamaah haji dari kategori pembimbing. Di luar jumlah itu, kata dia, ada panitia ibadah haji yang langsung dibentuk dari pemerintah pusat. Mereka ini diberangkatkan dengan biaya anggaran pendapatan belanja negara (APBN). “Karena kuota jamaah Jawa Tengah tetap, yakni 30.377 orang. Tidak bisa setahun berangkat dua kali lipatnya, tidak bisa,” katanya.

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X