Media Televisi Masih Bisa Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

- Jumat, 5 Juni 2020 | 20:51 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

SEMARANG, suaramerdeka.comMedia sangat penting dalam kehidupan manusia untuk mendapatkan informasi, terutama pada masa pandemi Covid-19. Konsumsi media sudah dipastikan akan meningkat dengan banyaknya orang yang tinggal di rumah, selain mencari informasi terkait dengan keadaan terkini, masyarakat juga mencari hiburan melalui media.

Founder and Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya menyatakan, masyarakat akan mencari informasi yang benar terkait Covid-19 melalui media konvensional. Orang jika belum akan percaya jika belum mendapatkan berita terkonfirmasi yang dimuat di media konvensional.

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo Ahmad Ramli menyatakan, televisi sangat dipercaya karena tidak hoax dan diawasi oleh Komisi Penyiaran. Televisi menjadi media pilihan utama masyarakat, di tengah pandemi karena selain dapat dipercaya dan update, masyarakat tidak khawatir tertular Covid-19 dengan mengkonsumsi informasi dari televisi.

Tetapi distribusi teknologinya masih tertinggal dibanding negara-negara lain yang sudah mulai masuk era televisi digital. Undang undang yang akan mengatur regulasi televisi digital, sampai saat ini belum selesai pembahasannya dan belum disahkan oleh legislatif.

“Secara global yang 90 persen sudah televisi digital. Pentingnya konten secara digital karena ada faktor penghematan secara operasional, serta tentu faktor kualitas. Tidak heran konsumsi media masyarakat mulai beralih ke digital, terutama di era pandemi,” kata Ahmad dalam MarkPlus Industry Roundtable sektor broadcast dan media, yang digelar virtual via Zoom pada Jumat (5/6).

CEO Group Media Kompas Gramedia Andy Budiman menyatakan, bahwa platform-platform digital yang dimiliki grupnya mengalami kenaikan selama pandemi. Seperti pada April 2020 dibandingkan dengan April 2019, kenaikan traffic-nya naik 134 persen.

"Platform digital kami bisa menyentuh pageviews sampai dua miliar. Artinya ada sebanyak itu halaman digital dibuka oleh pembaca kami," tambah Andy.

Pada April tersebut kenaikan dipengaruhi oleh pemberitaan mengenai Covid-19 tetapi kemudian menurun. Saat kanal pemberitaan mengenai Covid-19 mulai menurun, pemberitaan-pemberitaan dari regional justru meningkat.

“Masyarakat daerah pasti lebih tertarik update COVID-19 di daerahnya daripada di daerah lain," tambahnya.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB
X