Tingkat KDRT di Masa Pandemi Masih Tinggi

- Rabu, 3 Juni 2020 | 19:43 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi perhatian tersendiri di wilayah perkotaan, salah satunya di Kota Semarang. Terlebih dalam kondisi Pandemi yang membuat banyak masyarakat menghabiskan waktu di rumah.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang mencatat, dari Januari 2020 hingga Rabu (3/6) ini, kasus KDRT dengan 45 kasus.

"Untuk KDRT memang dari Januari hingga Juni ini ada sebanyak 45 kasus, tapi angka tersebut cenderung menurun dari periode yang sama di tahun 2019 yang mencapai 71 kasus," ujar Kabid Data dan Informasi DP3A Kota Semarang Masruchan.

Baca Juga: Penerapan New Normal di Semarang Semakin Jauh, Jumlah Covid-19 Meningkat

Menurutnya, korban KDRT paling banyak dialami oleh perempuan dewasa dengan total jumlah 30 korban. Hal tersebut melihat dari data Januari-Juni 2020 diatas. Sementara korban KDRT dari laki-laki dewasa cenderung belum ada di periode tersebut. Sedangkan korban KDRT dari  anak-anak mencapai 16 korban.

Masruchan menambahkan faktor ekonomi juga menjadi salah satu faktor yang paling dominan mempengaruhi terjadinya KDRT di Kota Semarang. Disusul faktor lainnya seperti tingkat pendidikan dan lingkungan sosial.

"Sementara tingkat pendidikan dari anggota keluarga yang tinggi cenderung memahami peran dan fungsi masing- masing sehingga  kekerasan dapat diminalisir. Dan lingkungan fisik yang sehat, teduh dan lingkungan sosial yang taat norma dan hukum cenderung terhindar dari kekerasan," katanya.

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X