Digagas Shalat Jumat Dua Sift Atasi Kerumunan Orang di Masjid

- Rabu, 3 Juni 2020 | 17:35 WIB
Digagas Shalat Jumat Dua Sift Atasi Kerumunan Orang di Masjid. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)
Digagas Shalat Jumat Dua Sift Atasi Kerumunan Orang di Masjid. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Para ulama meminta pemerintah berhati-hati dan tidak perlu tergesa-gesa dalam memutuskan normal baru (new normal). Karena itu, pemerintah dan ormas Islam perlu melakukan uji coba tatanan ibadah sebelum new normar life dilaksanakan secara resmi, khususnya di zona hijau (terkendali).

Baca juga: Tata Cara Ibadah Saat New Normal Dirumuskan Ulama Jateng

MUI Jateng Putuskan Daerah Hijau Boleh Gelar Ibadah di Masjid

‘’Ormas Islam perlu melakukan kajian-kajian, menyiapkan tahapan-tahapan dan alternatifalternatif tatanan baru bidang ibadah di era normal baru misalnya menggagas shalat jumat dua shift (ta’addudul jumat) untuk mengurangi kerumunan orang atau berjubelnya jamaah dalam satu masjid, mushala digunakan sebagai tempat shalat Jumat, dan seterusnya,’’ kata Prof Dr H Abu Rokhmad, Rabu (3/6).

Guru Besar Fisip UIN Walisongo Semarang itu membacakakan rekomendasi Halaqah Alim Ulama tentang Tatanan Beribadah di Era Normal Baru (New Normal) Kerja sama Badan Kesbangpol dan MUI Provinsi Jawa Tengah, di lantai 2 kantor Gubernur Jalan Pahlawan Semarang.

Acara yang dibuka Gubernur Ganjar Pranowo, menghadirkan pembicara Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Ketua Umum MUI Dr KH Ahmad Darodji MSi, Kepala Dinas Kesehatan dr Yulianto Prabowo MKes, dan Wakil Ketua Umum MUI Prof Dr H Ahmad Rofiq MA.

Halaqah dihadiri Plt Sekda Jateng Heru Setiadhie, Kepala Biro Kesra Imam Masykur, Plt Kepala Kanwil Kemenag Jateng Moh Ahyani, dan Pengurus MUI se-Jateng melalui jaringan online.

Dalam rekomendasi itu disebutkan, pengurus takmir masjid atau mushala yang akan membuka masjid/mushala untuk pelaksanaan ibadah sebaiknya berkoordinasi dengan gugus tugas covid-19 setempat untuk mengantisipasi dampak negatif dari pembukaan tempat ibadah dan mengedukasi kepada jamaah untuk menerapkan protokol kesehatan ketika melakukan ibadah.

‘’Umat Islam harus memahami apa yang dimaksud kehidupan normal baru (new normal life), kapan akan dimulai dan apa saja syarat-syarat untuk hidup di normal baru, khususnya di bidang ibadah. Normal baru bukanlah keadaan normal sebelum covid-19 atau pelonggaran (relaksasi) saat pandemi. Normal baru adalah tatanan lama dengan prosedur baru, yaitu dengan ketat menggunakan protokol kesehatan, yaitu selalu menggunakan masker ketika berada di luar, menjaga jarak fisik, sering-sering cuci tangan memakai sabu atau handsanitizer,’’ kata Abu Rokhmad.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X