PTM Terbatas Terus Dikawal, Menkes: Surveilans Aktif dan Disiplin Prokes Diterapkan

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 08:36 WIB
Kegiatan PTM. (foto: jatengprov.go.id)
Kegiatan PTM. (foto: jatengprov.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas terus dikawal Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melalui deteksi atau surveilans aktif dan disiplin protokol kesehatan.

Pengawalan PTM melalui deteksi itu disebut Menkes untuk mencegah terjadinya klaster Covid-19 di satuan pendidikan.

Menkes menuturkan pengawalan PTM tersebut melalui keterangan pers usai Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin 4 Oktober 2021, secara virtual.

“Kami percaya bahwa seluruh murid-murid di Indonesia ini harus belajar secepat mungkin agar kita tidak kehilangan kesempatan untuk mereka meningkatkan pengetahuan mereka langsung dengan guru-guru mereka. Untuk itu, perlu dikawal dengan metode surveilans dan protokol kesehatan yang baik,” ujar Menkes.

Baca Juga: Ingin Tampil Percaya Diri Saat Public Speaking? Ini Tipsnya

Metode surveilans aktif untuk satuan pendidikan yang melakukan PTM terbatas, diakui Menkes, sudah disusunnya.

“10 persen dari sekolah yang tatap muka di satu kabupaten/kota akan kita lakukan active atau random surveilans, dari situ kemudian kita bagi secara proporsi ke kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten/kota tersebut. Kemudian kita ambil 30 sampel untuk murid dan 3 sampel untuk guru,” paparnya.

Berdasarkan hasil pengujian, jika positivity rate dari satu sekolah di atas lima persen maka sekolah tersebut akan kembali melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring selama dua minggu.

“Sekolahnya kita minta tutup dulu selama dua minggu sambil kita perbaiki protokol kesehatannya, kemudian kita mulai lagi sekolahnya [setelah dua minggu],” ujar Budi.

Baca Juga: 94 Juta Penduduk Sudah Divaksin, Menkes: Indonesia Peringkat 5 Dunia

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X