Mantan Sekretaris MA dan Menantunya Diduga Terima Sembilan Lembar Cek PT MIT

Red
- Selasa, 2 Juni 2020 | 18:25 WIB
Mantan Sekretaris MA dan Menantunya diduga terima cek dari PT MIT. (istimewa)
Mantan Sekretaris MA dan Menantunya diduga terima cek dari PT MIT. (istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, dan menantunya diduga terima sembilan lembar cek PT MIT. Cek tersebut diterima dari tersangka Hiendra Soenjoto (HS) sebagai Direktur PT Mukticon Indrajaya Terminal (MIT) untuk mengurus perkara peninjauan kembali (PK) atas putusan Kasasi nomor: 2570 K/Pdt/2012 antara PT MIT dan PT KBN (Persero).  

Baca juga: KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi

KPK menetapkan tiga orang tersangka terkait pengurusan kasus di MA pada 16 Desember 2019 lalu. Mereka adalah mantan Sekretaris MA Nurhadi (NHD), menantunya Rezky Herbiyono (RHE) dan Direktur PT Mukticon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS). Diduga telah terjadi adanya pengurusan perkara terkait dengan kasus perdata PT. MIT melawan PT. KBN (Persero) pada tahun 2010 silam.

Poses hukum dan pelaksanaan eksekusi lahan PT MIT di lokasi milik PT KBN (Persero) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara agar dapat ditangguhkan. Untuk membiayai pengurusan perkara tersebut tersangka Rezky menjaminkan delapan lembar cek dari PT. MIT dan tiga lembar cek milik Rezky untuk mendapatkan uang dengan nilai Rp 14 miliar. Empat hari kemudian, Nurhadi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Hiendra Soenjoto. Namun, dia mangkir dari panggilan tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2019, Nurhadi mengajukan permohonan praperadilan ke PN Jaksel. Nurhadi menggugat status tersangkanya dalam kasus tersebut dan beralasan belum pernah diperiksa KPK sebelumnya.

Lalu tanggal 3 Januari 2020, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Nurhadi dan dua tersangka lainnya. Meski demikian, ketiganya kompak mangkir dari panggilan KPK. Sehingga, penyidik harus menjadwalkan ulang pemanggilan untuk ketiganya.

Setelah itu, Nurhadi mulai menghilang tanpa jejak. KPK berkali-kali mengirimkan surat panggilan, namun Nurhadi selalu mangkir dari panggilan KPK.

Permohonan praperadilan Nurhadi pun ditolak, karena hakim menilai penetapan tersangka sudah sesuai dengan mekanisme hukum. Bahkan, hakim meminta Nurhadi dan kawan-kawan untuk kooperatif dan tak lagi mangkir dari panggilan KPK.

Tak puas terhadap putusan tersebut, Nurhadi melalui menantunya kembali mengajukan praperadilan lagi. Namun praperadilan itu kembali ditolak.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB
X