Genjot Pertanian, Lahan Tidur Jadi Incaran

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 20:20 WIB
Komedian Narji yang kini jadi juragan sawah di Pekalongan. (suaramerdeka.com / dok)
Komedian Narji yang kini jadi juragan sawah di Pekalongan. (suaramerdeka.com / dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Jabar tengah mengincar keberadaan lahan-lahan tidur guna dioptimalkan untuk menunjang kegiatan-kegiatan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 seperti pertanian, perkebunan, hingga peternakan.

"Permasalahannya antara lain belum ada lokasi pertanian yang skala besar dengan pengelolaan canggih. Kemudian kepemilikan lahan tanah, masyarakat masih sedikit, jarang masyarakat punya tanah ratusan hektare," kata Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum dalam keterangannya, Selasa (5/10).

Menurut dia, lahan menjadi kunci penting dari strategi yang ingin dikembangkan pasca wabah. Jabar sendiri mempunyai lima prioritas pembangunan bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

Baca Juga: Vokal Hedi Yunus Awalnya Terdengar Asing

Langkah itu di antaranya berupa pengembangan pertanian berkelanjutan yang bertumpu pada tiga pilar yaitu ekonomi, sosial dan ekologi.

Kemudian, pengembangan smart agriculture dari hulu sampai hilir yaitu dari sisi produksi sampai pemasaran.

Tak ketinggalan, pengembangan korporasi pertanian di samping pembentukan petani milenial. Rangkaian tersebut tak bisa dilepaskan dari keberadaan lahan sehingga diperlukan optimalisasi lahan tidur untuk kegiatan pertanian.

"Bicara pertanian adalah sebuah anugerah bagi kita, curah hujan di Jabar besar, tanah otomatis subur. Tinggal sokongan, inovasi, kolaborasi, dan digitalisasi, yang akan menjadi faktor penting dalam mengatasi persoalan tersebut," jelasnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar Dadan Hidayat menambahkan kemajuan sektor pembangunan bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura membutuhkan sejumlah sokongan dari mulai SDM, modal, sarana, metode, dan market.

Tak ketinggalan lahan, yang sejauh ini pihak terus mengomunikasikannya dengan sejumlah lembaga dalam membuka ruang pemanfaatannya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X