Konflik Lahan Tebu Jatitujuh Makan Korban Jiwa, Anggota DPR Ono Minta Pusat Segera Tuntaskan

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 17:49 WIB
 Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono (suaramerdeka.com/dok)
Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono (suaramerdeka.com/dok)



BANDUNG, suaramerdeka.com - Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono meminta pemerintah pusat ikut segera menuntaskan konflik agraria antara PG Jatitujuh dengan kelompok masyarakat yang mengatasnamakan F-Kamis di perbatasan Majalengka dan Indramayu.

Dalam perkembangannya, persoalan tersebut memakan korban jiwa. Konflik antara PG Jatitujuh dan masyarakat itu, jelasnya, memang sudah terjadi sejak lama namun hingga kini ternyata belum juga tuntas.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, disebutnya, sudah mengetahui permasalahannya sejak lama termasuk potensi-potensi konflik antara PG Jatitujuh dan masyarakat.

Baca Juga: Monash University Kampus Asing Pertama di Indonesia, Cetak Generasi Muda Berdaya Saing Tinggi

Semestinya, mereka yang mempunyai kewenangan terhadap lahan pengganti atau perubahan fungsi hutan bisa berperan.

"Menteri lingkungan hidup dan kehutanan seakan tutup mata dan membiarkan masalah ini berlarut-larut. Sehingga sangat disayangkan akhirnya terjadi konflik horizontal antara masyarakat," kata legislator dari Dapil Indramayu, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon itu dalam keterangannya, Selasa 5 Oktober 2021.

Dijelaskan Ono, dulunya lahan tebu PG Jatitujuh merupakan kawasan hutan yang dikelola oleh Perhutani. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, PG Jatitujuh wajib memberikan lahan pengganti. Tetapi, imbuh dia, lahan pengganti itu tidak pernah diberikan sampai dengan habisnya masa HGU.

Hal itu kemudian memunculkan reaksi dari masyarakat yang menuntut PG Jatitujuh untuk segera memberikan lahan pengganti. Tuntutan itu juga meminta HGU lahan tebu dicabut, dan lahannya dijadikan hutan kembali.

Baca Juga: Ingin Meraih Surga Allah? Ini 7 Amalan yang Berdampak Besar bagi Dunia dan Akhirat

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X