Atasi Krisis Pangan Imbas Corona, Rumah Zakat Bangun 33 Lumbung Pangan

- Selasa, 19 Mei 2020 | 15:18 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menyusul prediksi terjadinya krisis pangan akibat pandemi Corona, Rumah Zakat berupaya memanfaatkan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) untuk mendirikan sekaligus memperkuat lumbung pangan di sejumlah wilayah.

Hingga Selasa (19/5), lumbung garapan lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya itu sudah tersebar di 33 titik di delapan provinsi.  Dari jumlah tersebut, lumbung pangan paling banyak dibangun di Jateng sebanyak 14 titik.

"Kami akan berupaya untuk menambah titik lumbung pangan tersebut. Ini merupakan wujud ikhtiar untuk mencegah dampak dari krisis pangan yang diprediksi akan terjadi," kata CEO Rumah Zakat Nur Efendi dalam siaran daringnya.

Menurut dia, lumbung pangan tersebut saat ini mampu menghasilkan 60 ton beras yang bisa digunakan oleh masyarakat di daerahnya dan juga disimpan sebagai cadangan pangan di masa krisis.

Chief Program Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda menambahkan pihaknya pun memberikan pendekatan lainnya dalam membangun lumbung desa tersebut terutama dalam pemberdayaan petani yang berperan penting dalam menghasilkan pangan.

Untuk itu, mereka mengamankan pula gairah di kalangan petani. Caranya adalah dengan memberikan harga pantas pada saat panen raya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kearifan lokal berupaya donasi beras secara gotong royong sebagai antisipasi di masa paceklik.

"Program sedekah beras ini sudah berjalan dengan baik di 30 desa berdaya yang jadi program kami. Selain cadangan, keberadaan lumbung desa benar-benar mampu menolong sesamanya, karena itu diimbangi dengan list dari pihak-pihak yang memang layak dibantu," jelasnya.

Selain ketahanan pangan, perhatian lain jadi prioritas Rumah Zakat adalah pemberdayaan pelaku UMKM yang usahanya terdampak. Sejumlah langkah siap diberikan di antaranya penerima manfaat bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. Di antaranya tambahan modal hingga pendampingan.

"Melalui dana sosial yang diamanahkan donatur, kami berupaya membantu 518 UMKM yang terdaftar sebagai unit usaha terdampak Covid-19. Bantuan yang diberikan bukan hanya modal, tapi juga pendampingan agar usaha mereka dapat terus berjalan di tengah pandemi," katanya.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Tertinggi Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jateng

Senin, 20 September 2021 | 01:10 WIB

Kreativitas lewat Film tentang Rara Mendut

Senin, 20 September 2021 | 01:00 WIB

Peradi Pemalang Luncurkan Pusat Bantuan Hukum Gratis

Minggu, 19 September 2021 | 18:02 WIB

Immune Booster Disalurkan ke Korban Banjir Lebak

Minggu, 19 September 2021 | 11:16 WIB

Membiasakan Hidup Bersama Covid-19

Minggu, 19 September 2021 | 00:34 WIB

Pandemi dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 19 September 2021 | 00:21 WIB
X