Gerakan Sederhana, IMM Jateng Bagi 1.000 Takjil untuk Driver Ojol dan Tukang Becak

Nugroho
- Sabtu, 9 Mei 2020 | 23:49 WIB
IMM Jateng berbagi 1.000 takjil ke ojol dan tukang becak. (suaramerdeka.com/dok)
IMM Jateng berbagi 1.000 takjil ke ojol dan tukang becak. (suaramerdeka.com/dok)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) tidak hanya menjangkit mereka yang positif dan sedang dalam perawatan, tetapi telah berdampak luas terhadap masyarakat. Salah satu yang cukup merasakan betul dampak wabah menular itu adalah Driver Ojek Online (Ojol) dan tukang becak. Di tengah seruan untuk tinggal di rumah (stay at home) mau tidak mau mereka harus tetap keluar rumah demi menghidupi keluarga. Meski penghasilan yang didapat karena dampak covid 19 ini turun secara drastis.

Menanggapi fakta tersebut Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah malakukan gerakan sederhana melalui gerakan seribu takjil untuk driver ojol dan tukang becak. Gerakan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian IMM terhadap kondisi kebangsaan saat ini.

"Gerakan ini juga dalam rangka menyemarakkan bulan suci ramadlan di tengah wabah pandemi covid 19," ujar Badrun, Ketua IMM Jateng.

Pembagian seribu Takjil oleh IMM Jateng ini dilakukan di Kota Pekalongan. Tepatnya di beberapa titik pangkalan driver ojol dan tukang becak, yakni di sekitar Kampus STIE Muhammadiyah, Alun-alun Mataran, Alun-alun Jetayu, Mapolresta, Kompleks pasar Borobudur, dan Pasar Sorogenen pada 9 Mei 2020.

"Insya Allah kegiatan ini akan terus jalan hingga akhir ramadlan. Kegiatan direncanakan juga akan dilakukan di tempat lain yakni di Karesidenan Semarang dan Solo Raya. Kita start dari Karesidenan Pekalongan dulu," ujar Badrun, di sela-sela kegiatan.

Badrun menilai kegiatan sederhana ini sangat bermakna dan bermanfaat untuk masyarakat. Terutama di tengah musibah yang melanda saat ini. Substansi dari kegiatan gerakan seribu takjil ini menurut Badrun adalah kepedulian dan sifat gotong royong antar sesama. Selain itu juga momentum untuk beramal saleh di bulan suci.

"Dalam menghadapi corona diperlukan gotong royong sebagai sebuah kekuatan besar dan jati diri bangsa Indonesia," ungkap Badrun.

Melalui kegiatan ini Badrun berharap terus lahir gerakan-gerakan kepedulian lainnya seraya terus berupaya dan berdo'a agar pandemi ini segera usai.

Editor: Nugroho

Terkini

X