Upaya Guru Asal Jogja Mengajar dari Rumah

Red
- Sabtu, 2 Mei 2020 | 17:52 WIB
Nur Ernawati (Foto dokumentasi)
Nur Ernawati (Foto dokumentasi)

HARI Pendidikan Nasional yang selalu dirayakan setiap tanggal 2 Mei hadir dengan warna berbeda tahun ini. Di tengah masa PSBB yang ditetapkan pemerintah, Hari Pendidikan Nasional dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran dari rumah. Nur Ernawati atau akrab disapa Erna, seorang guru pelajaran Informatika di SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, berbagi pengalamannya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh selama masa PSBB berlangsung.

Erna telah mengajar sejak tahun 2004 dan pada tahun ajaran ini beliau mengemban tugas untuk mencerdaskan 435 siswa. Bagi Erna, menjadi seorang guru adalah sebuah panggilan hati dan tugas yang sangat mulia. Melalui profesi ini, ia bisa mempelajari hal-hal baru dan menyalurkan kesenangannya dengan berbagi ilmu kepada anak-anak.

Erna juga merupakan salah satu peserta Bebras Indonesia, organisasi edukasi non profit yang aktif memperkenalkan computational thinking.Google.org telah mengumumkan bantuan sebesar 1 juta USD bagi Bebras Indonesia untuk membantu pelaksanaan pelatihan keahlian berpikir komputasional bagi 22.000 guru di 22 kota kecil dan besar melalui program Gerakan Pandai. Saat ini, program Gerakan Pandai sedang mempersiapkan pelatihan untuk instruktur nasional secara virtual, yang akan dilanjutkan dengan pelatihan untuk guru inti

Selama 16 tahun mengajar, Erna lebih sering menyampaikan materi ajarnya melalui kelas tatap muka. Namun, tahun ini Erna dan guru lainnya di SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta menghadapi tantangan untuk selalu menyampaikan pelajaran secara virtual selama pembelajaran jarak jauh berlangsung sejak tanggal 16 Maret 2020. Untuk melancarkan proses ini, sekolah menentukan jadwal pelajaran yang terdiri dari tiga mata pelajaran per hari.

Selama pembelajaran jarak jauh berlangsung, guru tetap memberikan pendampingan kepada siswa dan berkolaborasi dengan orang tua siswa untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung produktif. Di sisi lain, sebagian besar siswa maupun orang tua siswa tidak siap dengan kondisi ini dan terbatasnya ketersediaan teknologi yang diperlukan menjadi tantangan bagi para guru. Kejenuhan siswa selama mengikuti pembelajaran jarak jauh juga mendorong para guru untuk memberikan materi pelajaran yang interaktif agar siswa tetap semangat dan tertarik dalam belajar.

Selama masa PSBB, Erna mengandalkan teknologi digital dalam mengajar. Kelas tatap muka dialihkan menjadi kelas virtual dengan melakukan konferensi video. Erna juga sudah mulai memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia dalam situs Mengajar dari Rumah. Erna mengandalkan Google Classroom untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa selama kegiatan pembelajaran dan menggunakan Google Formulir untuk memberikan kuis dan penilaian kepada siswa. Erna beserta rekan guru lainnya menggunakan Google Dokumen untuk berkolaborasi secara langsung dalam menyiapkan materi pelajaran yang digunakan selama masa PSBB. Sementara untuk berbagi materi pelajaran dengan rekan guru dan siswa maupun mengumpulkan tugas dari siswa, Erna mengandalkan Google Drive. Erna dan siswanya juga menggunakan fitur Ketik dengan Suara untuk memasukkan, mengedit, atau memformat teks di Dokumen dan Slides tanpa memerlukan keyboard.

"Sebagai guru pelajaran Informatika, saya sudah dekat dan akrab dengan teknologi-teknologi ini. Kini giliran saya untuk berperan lebih dalam mengakrabkan siswa, orangtua siswa, dan juga rekan guru lainnya dengan teknologi ini agar seluruh elemen dapat mengakses pendidikan dengan mudah meskipun terbatas oleh jarak," ujar Erna.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini memberi warna yang berbeda bagi Erna, rekan guru lainnya, para siswa, hingga orangtua siswa. Perubahan mendadak yang menuntut seluruh elemen pendidikan melek teknologi demi berlangsungnya efektivitas dan produktivitas proses pembelajaran diharapkan Erna bisa menjadi momen untuk semakin mendekatkan seluruh elemen pendidikan dengan beragam teknologi yang dapat memajukan pendidikan indonesia.

Editor: Maya

Tags

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X