Asosiasi Angkutan Barang Sebut Preman dan Begal Makin Berani

- Senin, 20 April 2020 | 21:35 WIB
Sopir mengemudikan truk muatan pada malam hari. (suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)
Sopir mengemudikan truk muatan pada malam hari. (suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)

“Kalau soal pembayaran ongkos muat barang, BUMN masih bagus untuk tepat waktu. Kalau perusahaan swasta sudah molor-molor (pembayaranya) tidak. Tapi tetap dimuat, daripada gak ada muatan/pemasukan sama sekali. Dibayar berapa lama pun masih lumayan, pokoknya nantinya akan dibayar, ketimbang truk nya nganggur. Kata orang Jawa kan masih untung ada yang ngasih kerjaan,” terangnya.

Seluruh anggota asosiasi, lanjut dia masih tetap berusaha untuk menjalankan usaha sebisanya, dengan penuh keterbatasan. Sembari mengikuti kebijakan pemerintah yaitu banyak daerah vital yang menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

“Ya, terpaksa kita semua harus bertahan dengan cara sendiri-sendiri. Namun yang luar biasa nya adalah semakin terlihatnya kebersamaan antar sesama di masa sulit ini. Yang menjadi kekhawatiran para pengusaha truk, bagaimana nasib para sopir dan kernet, jika keadaan berlarut-larut sampai lama. Kami sulit sekali bila sampai harus mendengar mereka sampai tidak bisa makan,” lanjut dia.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Konvensi Hulu Migas Indonesia Akan Kembali Digelar

Kamis, 6 Oktober 2022 | 20:52 WIB
X