Asosiasi Angkutan Barang Sebut Preman dan Begal Makin Berani

- Senin, 20 April 2020 | 21:35 WIB
Sopir mengemudikan truk muatan pada malam hari. (suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)
Sopir mengemudikan truk muatan pada malam hari. (suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyebut, kerawanan di jalanan semakin mengkhawatirkan. Satu-persatu laporan-laporan tentang premanisme, begal, dan bajing loncat disampaikan pengemudi. Padahal, pada kondisi pandemi Covid-19 ini distribusi logistik disebut semakin vital untuk pasokan makanan dan alat kesehatan khususnya.

“Persoalan baru yang muncul mungkin masalah keamanan. Para Begal yang semakin berani dan, permintaan upeti dari preman di jalanan yang sudah dialami oleh beberapa transportir, tapi tidak semua,” ujar Wakil Ketua Aptrindo Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko, Senin (20/4).

Disebutnya, laporan-laporan kasus, diterima antar asosiasi lintas daerah. Misalnya ada anggota dari wiayah Jawa Barat terkena bajing loncat di wilayah Jawa Tengah saat perjalanan. Kerawanan di jalan saat ini jadi sangat sulit diduga, bukan pada spot-spot tertentu saja.

“Untuk menyiasatinya, sekarang pola jalannya truk diharapkan konvoi berbondong-bondong. Dan bila perlu untuk muatan barang tertentu minta pengawalan khusus. Untuk pengawalan khusus tentunya hasil kesepakatan tanggung biaya bersama dengan pemilik barang,” beber dia.

Saat ini pihaknya berharap keamanan di jalanan semakin ditingkatan. Pihaknya yakin kepolisian mampu mengatasi persoalan tersebut. Terlebih soal keselamatan para pengemudi dan kernet yang banyak di antara mereka berstatus mitra.

“Kami tidak bisa menuntut macam-macam dari Pemerintah saat ini. Karena tidak satu negara pun yang siap menghadapi pandemi ini,” ujarnya.

Harus Bertahan

Pengusaha angkutan barang juga salah satu usaha yang terdampak goyangnya perekonomian saat negara menghadapi pandem Covid-19 ini. Di Jawa Tengah-DI Yogyakarta, kata Bambang, truk yang masih beroperasi tinggal 40 persen. Ekspor, Impor, dan pengiriman domestik menurun.

Beberapa anggota pun, sudah ada yang mengajukan insentif berupa penundaan pembayaran kredit truk. Namun belum semuanya mendapat jawaban tegas dari pihak kreditur/leasing.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X