Gubernur Jateng Minta Pengusaha Meminimalisasi PHK

- Senin, 20 April 2020 | 14:12 WIB
BANTUAN APD: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerima sumbangan ribuan APD dari Gabungan pengusaha asal Taiwan, Senin (20/4). (suaramerdeka.com / Irawan Aryanto)
BANTUAN APD: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerima sumbangan ribuan APD dari Gabungan pengusaha asal Taiwan, Senin (20/4). (suaramerdeka.com / Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap kepada perusahaan swasta agar tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Pihaknya bersedia menjembatani hubungan pengusaha dan buruh. Hal itu disampaikan Gubernur saat menerima sumbangan ribuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Gabungan pengusaha asal Taiwan (Taiwan Business Club Central Java), Senin (20/4). 

Ia berharap agar pengusaha Taiwan, mengedepankan komunikasi agar meminimalisasi PHK terhadap buruh asal Jateng.  ''Mari berusaha semaksimal mungkin, agar tidak ada PHK (pemutusan hubungan kerja). Bisa mengurangi jam kerja, mengurangi pendapatan. Mari kita kedepankan komunikasi antara pekerja dan pengusaha,” paparnya.

Baca juga: Gabungan Pengusaha Taiwan Sumbang Ribuan APD untuk Jateng

Gubernur menyadari bahwa saat ini pengusaha mengalami masa sulit. Karena itulah pemprov siap memfasilitasi agar kedua pihak, baik buruh maupun pengusaha bisa saling memahami. ''Mari kita usaha agar buruh dan pengusaha bisa saling mengerti. Sehingga hati bisa menerima dengan baik,'' ujar Ganjar.

Ia mengapresiasi PT Glori Industrial Semarang, perusahaan yang bergerak di bidang garmen, yang berganti haluan memproduksi APD. Perusahaan yang memiliki 12.000 dan 17 tahun beroperasi di Semarang itu, telah memproduksi 50 ribu APD. 

''Garmen geser ke APD cara paling jitu. Ini peluang besar ekspor. Itu peluang di tengah krisis, sekarang ini Eropa dan Amerika Serikat banyak membutuhkannya. Indonesia yang mampu keluar dari kesulitan itu, mulai Indonesia diperhitungkan. Ini bagian kesempatan yang bisa diambil,'' papar Gubernur yang bersiap memberlakukan aturan dan disiplin masyarakat lebih ketat lagi agar bisa lebih cepat keluar dari pandemi Covid-19.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Digitalisasi Tetap Menjadi Kunci Pengembangan Daerah

Rabu, 22 September 2021 | 14:33 WIB

Bupati Kolaka Timur dan Lima Staf Terjaring OTT KPK

Rabu, 22 September 2021 | 10:53 WIB

Pak Penghulu pun Kenakan APD

Rabu, 22 September 2021 | 01:35 WIB

PTM Tanpa Izin, 90 Siswa Terpapar Virus Korona

Rabu, 22 September 2021 | 01:29 WIB

Rehab Rumah Tak Layak Huni, BRI Gombong Bantu Rp 50 Juta

Selasa, 21 September 2021 | 21:46 WIB
X