Antisipasi Begal, Aptrindo Usul Pengawasan Khusus untuk Muatan Barang Tertentu

- Minggu, 19 April 2020 | 15:15 WIB
bajing loncat di truk. (ilustrasi - istimewa)
bajing loncat di truk. (ilustrasi - istimewa)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Di tengah pelaksanaan PSBB corona dan imbauan pemerintah tentang protokol kesehatan menghadapi Covid-19, kondisi keamanan di jalan muncul masalah baru dari para begal, terutama bagi para pengemudi truk. Mereka para begal disebut semakin berani meminta upeti.

Baca juga: Muatan Sepi, Pengusaha Truk Mulai Kembang Kempis

Menghadapi persoalan ini Wakil Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng dan Yogyakarta, Bambang Widjanarko menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berkompeten, yaitu kepolisian.

‘’Namun kami tetap yakin Polda Jateng bisa menguasi keadaan di jalanan,’’ kata Bambang.

Kapolda Jateng, Irjen Ryco Amelza Dahniel melalui Kabid Humas Kombes Iskandar Fitriana Sutisna menyatakan, sebanyak 2.000 lebih narapidana mendapat kebebasan bersyarat. Mereka dalam pengawasan. ‘’Jika mereka yang mendapat keringanan itu kembali meresahkan masyarakat, kami akan ambil tindakan tembak untuk melumpuhkan pelaku,’’ jelasnya.

Untuk menjaga keamanan diri di jalan raya, menurut Bambang, pola jalan angkutan truk diharapkan konvoi berbondong-bondong. Bila perlu untuk muatan barang tertentu minta pengawalan khusus. “Untuk pengawalan khusus tentunya hasil kesepakatan tanggung biaya bersama dengan pemilik barang,’’ ujarnya.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X