Kiai Said Terisak saat Pimpin Doa Istighotsah, Ganjar Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

- Sabtu, 18 April 2020 | 00:15 WIB
ISTIGHOTSAH: Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, semalam menggelar istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa, di Gradhika Bhakti Praja Jalan Pahlawan Semarang. Acara itu disiarkan secara langsung oleh TVRI dan Radio se-Jateng. (SM/Agus Fathuddin)
ISTIGHOTSAH: Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, semalam menggelar istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa, di Gradhika Bhakti Praja Jalan Pahlawan Semarang. Acara itu disiarkan secara langsung oleh TVRI dan Radio se-Jateng. (SM/Agus Fathuddin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - KH Moh Said Al Masyhad, pengasuh pondok pesantren Roudlotus Saidiyyah, Kelurahan Sukorejo, Kalialang Baru Kecamatan Gunungpati Semarang, tak kuasa menahan isak tangis saat memimpin doa istighotsah di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Gubernuran, Jalan Pahlawan Semarang, Jumat malam (17/4).

Kiai yang biasa tampil memakai sarung dan kopiah imamah itu memimpin doa dalam bahasa Jawa. Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, menggelar istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa, memohon kepada Allah swt agar pandemik covid-19 segera berakhir.

Istighotsah biasanya melibatkan puluhan bahkan ratusan orang. Kali ini, dalam suasana darurat covid-19, istighotsah hanya diikuti tidak lebih dari 20 orang. Namun karena acara tersebut disiarkan secara langsung melalui TVRI Jateng dan radio se-Jawa Tengah, hampir semua masjid, ormas keagamaan dan masyarakat mengikuti di rumah masing-masing dengan mengamini di depan televisi dan radio. 

Selain Kiai Said yang duduk sila di atas panggung yaitu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wagub Taj Yasin, Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Rais Syuriyah PWNU KH Ubedulloh Shodaqoh, Ketua PW Muhammadiyah Dr H Tafsir, Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail, KH Dzikron Abdullah, Dr KH Ardja Imroni MAg dan Plt Kakanwil Kemenag Jateng Moh Ahyani. Tampak pula Sekretaris MAJT Drs KH Muhyiddin, Ketua Takmir Masjid Baiturrahman Dr Multazam Ahmad, Ketua Yayasan Masjid Agung Semarang Ir KH Khammad Maksum, Ketua PCNU KH Anasom, dan Dr KH Fadlolan Musyafa Lc MA.

-
Dekan Fakultas Syariah UIN Walisongo, Dr KH Ardja Imroni memimpin bacaan Surat Yasin. (SM/Agus Fathudin)

Istighotsah diawali dengan bacaan fatihah oleh pengasuh pesantren Ad-Dainuriyyah Sendangguwo Semarang KH Dzikron Abdullah. Kemudian dilanjutkan bacaan Surat Yasin dipimpin Dekan Fakultas Syariah UIN Walisongo Dr KH Ardja Imroni dan doa secara bergantian oleh para kiai.

Tetap di Rumah

Gubernur Ganjar Pranowo dalam sambutannya mengatakan, istighotsah merupakan totalitas kegiatan yang memohon pertolongan dan bantuan dari Tuhan Yang Maha Esa agar musibah pandemi covid-19 segera berakhir.

Dia meminta warga Jateng untuk bersama-sama mematuhi protokol kesehatan yang telah disampaikan pemerintah dan para alim ulama. ‘’Tetap tinggal di rumah. Jangan ke mana-mana. Kalau terpaksa keluar rumah harus menggunakan masker,’’ katanya.

Khusus warga Jateng yang ada di perantauan, Ganjar mengimbau untuk sementara tidak usah mudik atau kembali ke daerah asal. ‘’Sayangi diri sendiri, keluarga dan masyarakat lain,’’ katanya.

Halaman:

Editor: Setiawan Hendra Kelana

Tags

Terkini

Gempa Bumi Guncang Aceh, BMKG: Ada Dua Gempa Susulan

Minggu, 25 September 2022 | 18:50 WIB
X