Soal Penolakan Jenazah dan Pemukulan Tenaga Medis, Mualim: Nilai Kebhinekaan Harus Tetap Dijaga

Maya
- Senin, 13 April 2020 | 18:04 WIB
KARANGAN BUNGA: Sejumlah kalangan yang prihatin dengan penolakan pemakaman perawat, mengirimkan karangan bunga ke TPU Sewakul, Ungaran. (suaramerdeka.com/Eko Edi Nuryanto)
KARANGAN BUNGA: Sejumlah kalangan yang prihatin dengan penolakan pemakaman perawat, mengirimkan karangan bunga ke TPU Sewakul, Ungaran. (suaramerdeka.com/Eko Edi Nuryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Di tengah persoalan wabah corona yang sedang melanda Indonesia, nilai-nilai kebhinekaan yang jadi pedoman bernegara harus tetap dijaga. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim menanggapi tentang kasus penolakan jenazah positif corona di Kabupaten Semarang dan kasus pemukulan tenaga medis di Kota Semarang yang terjadi akhir-akhir ini, Senin (13/4).

Baca juga: Warga Sewakul Ungaran Tolak Pemakaman Jenazah Corona

''Dua kasus ini tentu sangat mencoreng wajah kita sebagai bangsa yang Pancasilais di saat ada persoalan wabah corona. Selain itu kasus ini juga melihatkan mulai terkikisnya nilai-nilai luhur yang selama ini dimiliki masyarakat Indonesia'' katanya.

Menurut Mualim,  jika nilai kebhinekaan dipegang teguh oleh seluruh warga, dirinya yakin tak akan ada kasus penolakan pemakaman jenazah corona seperti yang terjadi di beberapa daerah, termasuk di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Nilai kebhinekaan,menurutnya penting sebagai pedoman untuk menentukan perilaku yang baik atau tidak baik dalam kehidupan masyarakat multikultural. Nilai-nilai kebhinekaan antara lain meliputi toleransi, demokrasi, keadilan, bersahabat,komunikatif, semangat kebangsaan, cinta tanah air dan cinta damai.

"Jika nilai-nilai itu mulai luntur maka akan banyak persoalan yang akan muncul, karena Indonesia ini terbentuk dari sebuah proses panjang, dan pluralitas. Ada banyak perbedaan yang menjadi kesatuan Indonesia ini. Selama ini nilai kebhinekaan menjadi perekat semua perbedaan itu," papar politisi Gerindra ini.

Selain kebhinekaan, falsafah atau filsafat Pancasila, diyakini juga bisa menjadi solusi dalam menghadapi persoalan wabah corona yang sedang melanda bangsa Indonesia.

Menurut Mualim, dengan berpegang pada falsafah Pancasila, diharapkan akan mampu menyelamatkan bangsa Indonesia dari keterpurukan akibat dampak negatif wabah ini. Apalagi dalam dasar negara Indonesia, sudah banyak diatur tentang pandangan hidup dalam kegiatan praktis.

Dengan pandangan hidup yang berdasar lima pasal dalam Pancasila, diyakininya akan memecahkan masalah-masalah polotik, ekonomi, sosial dan budaya yang timbul dari wabah corona. "Dengan berpedoman pada pandangan hidup itu pula, saya yakin bangsa Indonesia akan dapat membangun dirinya kembali meski saat ini sedang dilanda wabah mengerikan ini," katanya.

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

Atlet Program Semarang Emas Jalani Tes Fisik

Minggu, 28 November 2021 | 13:41 WIB

Banjir Bandang di Garut, 21 Rumah Rusak

Minggu, 28 November 2021 | 08:42 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X