Hindari Penyebaran Covid-19, Kemnkumham Integrasi 30 Ribu Lebih Napi dan Anak

- Minggu, 5 April 2020 | 12:25 WIB
Napi. (istimewa)
Napi. (istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Guna menghindari penyebaran virus corona, Lembaga Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) telah mengasimilasi di rumah dan integrasi bagi 30 ribu lebih narapidana dan anak.
 
“Angka itu akan terus bergerak, jajaran kami terus mendata narapidana dan anak yang memenuhi persyaratan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 untuk diberikan asimilasi di rumah dan integrasi dengan PB (pembebasan bersyarat), CB (cuti bersyarat) dan CMB (cuti menjelang bebas),” kata Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Nugroho, Minggu (5/4).

Dia menjelaskan, Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 10 Tahun 2020 adalah peraturan yang memuat syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid -19.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa narapidana dan anak menjadi bagian kelompok rentan tertular Covid-19, walaupun jajaran Pemasyarakatan telah menerapkan langkah-langkah pencegahan. Kondisi ini semakin dipicu permasalahan over kapasitas yang terjadi hampir di seluruh Lapas dan Rutan seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, narapidana dan anak yang diberikan asimilasi dan integrasi adalah mereka yang tidak terkait Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 atau yang sering disebut PP 99. “Termasuk kasus Tipikor yang saat ini sedang ramai dibicarakan,” ujarnya.

Selain itu, para narapidana dan anak yang mendapat asimilasi di rumah dan integrasi, telah melalui tahapan skrining yang ketat.  “Jadi narapidana dan anak yang diasimilasikan di rumah telah melalui penilaian perilaku dan dinilai telah siap kembali ke masyarakat, hidup sebagai warga negara yang baik," ujarnya.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB
X