Cakupan Penerima BSU Diperluas Pemerintah di 34 Provinsi, Ini Alasannya

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 09:36 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyaksikan pembukaan dan aktivasi rekening secara kolektif bagi penerima BSU. (suaramerdeka.com/dok)
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyaksikan pembukaan dan aktivasi rekening secara kolektif bagi penerima BSU. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Cakupan penerima Program Bantuan Subsidi Upah/Gaji bagi Pekerja/Buruh (BSU) secara nasional akan diperluas Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di 34 provinsi dan 514 kota/kabupaten.

Kemnaker memutuskan kebijakan perluasan ini mengingat masih adanya sisa alokasi anggaran dan setelah melakukan koordinasi dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan Kementerian Keuangan untuk memperluas cakupan penerima Program BSU.

“Sisa Anggaran BSU tersebut sebesar Rp1.791.477.000.000 dan akan menyasar 1.791.477 pekerja. Anggaran yang ditetapkan dan diberikan Komite PEN untuk Program BSU sebesar Rp.8,7 triliun untuk 8.783.350 pekerja terdampak pandemi Covid-19,” ujar Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (Dirjen PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, dikutip dari laman resmi Kemnaker, Kamis 30 September 2021.

Indah menjelaskan, realisasi dan progres program BSU saat ini telah tersalurkan kepada 6.991.873 pekerja / buruh dengan alokasi anggaran sebesar Rp 6,9 triliun.

Baca Juga: Imbauan Satgas Covid untuk Daerah Level 1: Jangan Lengah dan Lalai

“Kami juga mendapat informasi, kami harus melaporkan BSU. Alhamdulillah per hari ini mengalami progres yang signifikan, dari target 8.783.350 pekerja,” ujarnya.

Indah merinci, data calon penerima BSU yang diterima Kemnaker adalah 8.508.527 orang.

Kemudian setelah dilakukan pengecekan dan diverifikasi, ditemukan 758.327 data pekerja yang telah menerima bantuan sosial (bansos) lain.

Data tersebut dianggap tidak memenuhi syarat penerima Program BSU.

Baca Juga: Muhammad Lutfi: di Tengah Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional, Daya Saing UMKM Sangat Penting untuk Ditingkatkan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X