Gelombang Ketiga Penyebaran Covid-19 Mengancam, Prokes Ketat jadikan Norma Baru

- Rabu, 29 September 2021 | 18:50 WIB
Tenaga Kesehatan (nakes)/Foto The Guardian
Tenaga Kesehatan (nakes)/Foto The Guardian


JAKARTA, suaramereka.com - Peningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dalam menghadapi ancaman gelombang ketiga penyebaran Covid-19 di tanah air harus terus dilakukan. Perlu penegakan aturan pengendalian Covid-19 yang konsisten.

"Pulih tidak berarti tanpa strategi pemulihan dan antisipasi. Disiplin ketat pada protokol kesehatan adalah keharusan, jadikan sebagai norma baru dan langkah pertama antisipasi," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi secara daring bertema Meramu Keseimbangan antara (Kewaspadaan Gelombang ke-3) Covid-19 dan Kenormalan Baru yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu, 29 September 2021.

Diskusi yang dimoderatori Anggiasari Puji Aryatie (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI) itu dihadiri oleh Suryopratomo (Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Singapura), Rifqoh Ihdayati, MAP, Psikolog (Satgas Penanggulangan Covid-19, Ikatan Psikolog Klinis Indonesia) dan Dr. Windhu Purnomo (Biostatistik dan Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga) sebagai narasumber.

Baca Juga: Mancing Bareng di Kali Waluh, Pemenang Tangkap Baramundi 2 Kg

Menurut Lestari, di beberapa tempat di tanah air masyarakat mulai terlihat lengah menjalankan kewajiban protokol kesehatan dan ada kecenderungan berbagai pelanggaran yang terlihat sepele, tetapi bisa berakibat fatal.

Lestari, berharap para pemangku kepentingan lebih tegas dalam penegakan aturan pada pengendalian Covid-19.

"Kita harus belajar dari apa yang terjadi di Singapura saat ini," ujar Rerie.

Baca Juga: Transit ke Sukabumi dan Batam, Penyelundupan Benih Lobster Rp2,3 Miliar Digagalkan Satgas BBL

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Singapura, Suryopratomo mengungkapkan lonjakan kasus positif Covid-19 terjadi karena diawal penyebaran Covid-19 varian delta, Singapura masih membuka pintu bagi warga negara dari negara dengan sebaran varian Delta yang tinggi karena Singapura membutuhkan tenaga kerja di bidang konstruksi dari negara tersebut.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X