MAJT, MAS, dan Baiturrahman Tidak Selenggarakan Shalat Jumat dan Jamaah Rawatib

- Kamis, 26 Maret 2020 | 08:00 WIB
RAPAT: Forum pertemuan tiga pengelola masjid  di ruang rapat  MAJT . (suaramedeka.com / dok)
RAPAT: Forum pertemuan tiga pengelola masjid di ruang rapat MAJT . (suaramedeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menindaklanjuti tausiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, tanggal 24 Maret 2020 tentang ibadah di masjid dalam situasi darurat Covid 19 dan mengacu Fatwa MUI No 14 Tahun 2020, tiiga masjid utama di Kota Semarang (Masjid Agung Kauman Semarang,  Masjid Raya Baiturrahman Jateng, dan Masjid Agung Jawa Tengah) sepakat tidak menyelenggarakan jamaah shalat rawatib (shalat lima waktu ) mulai hari Rabu (25/3) dan shalat Jumat mulai Jumat 27 Maret 2020 besok.

Kesepakatan bersama itu ditandatangani  Ketua Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail, Ketua Takmir Masjid Raya Baiturrahman Jateng Dr KH Multazam Ahmad, dan Ketua Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Prof Dr KH Noor Achmad MA)  di ruang rapat  MAJT Jl Gajah Raya Semarang, Rabu (25/3).

Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Ahmad, MA mengatakan kesepakatan tiga pengelola masjid di Kota Semarang ini merupakan respons atau tindak lanjut  atas tausiyah dari MUI Jawa Tengah yang meminta agar para pengelola masjid dan umat Islam di Jawa Tengah tidak menyelenggarakan shalat Jumat pada 27 Maret.

"Dengan alasan perkembangan wabah virus korona trennya semakin meningkat, selain meniadakan sementara shalat Jumat di masjid, MUI Jateng juga menyerukan untuk tidak menyelenggarakan jamaah shalat rawatib lima waktu di masjid, maka mulai Rabu 25 Maret kami tidak menyelenggarakan jamaah shalat rawatib di masjid,” kata Prof Noor Achmad di Semarang, Kamis (26/3)

-
Surat Kesepakatan Bersama Tiga Masjid. (suaramerdeka.com / dok)

Menurutnya, atas kebijakan ini, kepada umat Islam yang selama ini aktif  secara rutin mengikuti shalat berjamaah di salah satu ketiga masjid  ini dimohon pengertian dan permaklumannya. Forum pertemuan tiga pengelola masjid ini, lanjutnya, juga menyepakati sekaligus akan menindaklanjuti butir-butir tausiyah lainnya, meliputi tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan di masjid dan adzan sebagai tanda masuk waktu shalat lima waktu tetap dikumandangkan di masjid

Dia menambahkan, tiga pengelola masjid ini juga akan menindaklanjuti tausiyah MUI Jateng  kepada umat Islam khususnya jamaah masjid agar memperbanyak membaca shalawat, Alquran, dan berdoa memohon kepada Allah SWT agar selamat dari wabah dan bencana khususnya covid-19.

Ketua Takmir Masjid Raya Baituraahman Jateng, Dr KH Multazam Ahmad berharap informasi kesepakatan tiga pengelola masjid ini dapat segera diketahui masyarakat. Karena itu akan segera dipasang baliho atau spanduk yang berisi pengumuman tidak diselenggarakannya jamaah shalat rowatib dan sholat Jumat sebagaimana tausiyah MUI Jateng. "Melalui media informasi out door  yang akan dipasang di areal masjid itu diharapkan masyarakat dapat lebih awal mengetahui informasi ini," ujarnya.

Selanjutnya, kata Multazam, untuk pelaksanaan shalat Jumat pada hari-hari Jumat setelah tanggal  27 Maret besok, tiga masjid ini menunggu tausiah berikutnya sesuai dengan perkembangan situasi. Demikian juga pelaksanaan shalat jamaah rawatib lima waktu di masjid juga menunggu tausiyah berikutnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X