Aksi Unjuk Rasa Pensiunan Soal Tunjangan yang Dihapus, Jubir KAI: Kita Sayangkan

- Selasa, 28 September 2021 | 19:17 WIB
Jubir KAI Joni Martinus (suaramerdeka.com/dok)
Jubir KAI Joni Martinus (suaramerdeka.com/dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menanggapi aksi unjuk rasa pensiunan pegawai KA eks Perum di saat peringatan hari jadi perusahaan, Jubir PT KAI, Joni Martinus menyesalkan kegiatan tersebut

"Pihak kami menyayangkan kegiatan unjuk rasa tersebut," katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa 28 September 2021.

Dia melontarkan kesan kekecewaan tersebut karena pihaknya sudah membuka ruang diskusi bagi penyelesaian persoalan tersebut. Di antaranya opsi tim bersama untuk mencari win-win solution. "Tapi hal tersebut ditolak," katanya.

Meski demikian, Joni mengamini bahwa perseroan memang menghapus sejumlah tunjangan tersebut.

Alasannya lebih kepada aturan. Untuk tunjangan kesehatan, mereka yang berhak menerima tunjangan kesehatan, telah melakukan iuran dengan masa kerja 15 tahun.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Perparah Resiko Penyakit Kardiovaskular

Berdasarkan jelasnya, hasil evaluasi program jaminan kesehatan pensiunan, terdapat sekitar kurang lebih 1.200 orang yang tidak memenuhi syarat sebagai penerima manfaat jaminan kesehatan

"Jadi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) belum dapat KAI laksanakan karena sehingga sejak tahun 2019, manfaat jaminan kesehatan kepada yang tidak memenuhi syarat tidak diberikan kembali," jelasnya.

Demikian pula, pemberian THR dan Gaji ke-13 yang tidak diberikan merujuk kepada peraturan perundang-undangan bahwa perusahaan wajib memberikan THR dan atau gaji ke-13 kepada pekerja aktif, bukan kepada pensiunan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X