Pemkab Purworejo Siaga Hadapi Musim Penghujan, Gelar Apel Siaga

- Selasa, 28 September 2021 | 10:30 WIB
Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti memimpin apel siaga bencana banjir dan tanah longsor di Jalan Protokol Purworejo. (suaramerdeka.com / Aris Himawan)
Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti memimpin apel siaga bencana banjir dan tanah longsor di Jalan Protokol Purworejo. (suaramerdeka.com / Aris Himawan)

PURWOREJO, suaramerdeka.com - Intensitas hujan yang sudah mulai meningkat khususnya di wilayah Kabupaten Purworejo, membuat Pemerintah Daerah bersiaga penuh dalam menghadapi segala kemungkinan yang ada.

Kesiapsiagaan itu ditunjukan dengan digelarnya Apel Siaga Bencana Banjir dan Longsor di Jalan Proklamasi depan Kantor Bupati Purworejo, Selasa (27/9)

Bertindak sebagai Inspektur upacara Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, didampingi Ketua DPRD, Dandim 0708, Sekretaris Daerah, Asisten Sekda, Kepala BPBD serta pejabat terkait lainnya.

Dikatakan Wabup, apel siaga ini sebagai salah satu bentuk kesiapan dan antisipasi, terhadap kemungkinan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor menjelang musim penghujan.

Baca Juga: Nadiem Makarim Sebut Data Pemicu Miskonsepsi Terkait Klaster PTM dari Satuan Pendidikan belum Diverifikasi

“Tentu kami berharap tidak terjadi bencana alam, namun apabila bencana itu terjadi, kita sudah memiliki kesiapan yang memadai untuk menghadapinya,” tandasnya.

Wabup mengungkapkan bahwa wilayah Kabupaten Purworejo yang terdiri dari dataran, pegunungan, perbukitan, dan pantai memungkinkan terjadinya berbagai jenis ancaman serta memiliki potensi bencana yang tinggi.

“Berdasarkan perhitungan BNPB tentang Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2020, indeks resiko bencana Kabupaten Purworejo menempati urutan ke 36 tingkat Nasional dan peringkat dua tingkat Provinsi Jawa Tengah, dengan kelas risiko tinggi,” ungkapnya.

Diingatkan agar nilai tersebut tidak dipandang sebagai angka belaka, namun hendaknya dapat menjadi panduan bagi para pengambil kebijakan di tingkat nasional dan daerah.

Baca Juga: Dahlan Iskan: Aturan Tender Menghambat Penemuan Teknologi Baru di Indonesia

Antara lain untuk menentukan prioritas upaya penanggulangan bencana di daerahnya masing-masing, termasuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Sebab salah satu penyebab jatuhnya korban dalam kejadian bencana, disinyalir akibat kurangnya antisipasi dan kesiapan warga, serta lambannya penanganan bencana sebagai akibat keterbatasan personil maupun peralatan,” katanya.

Hal tersebut menurutnya, mengindikasikan bahwa kewaspadaan dan kesiapan kita, baik aparatur pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi bencana, perlu terus ditingkatkan.

Jajaran aparatur Negara dan stakeholders terkait tidak boleh lengah dan harus selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

Pada akhir sambutan Wabup mengingatkan, saat ini banyak lingkungan kita yang mengalami kerusakan serius sebagai akibat perilaku manusia yang semena-mena terhadap alam.

Penebangan pohon yang tidak disertai penanaman kembali, pembangunan kawasan permukiman maupun industri yang tidak berwawasan lingkungan, telah memberikan kontribusi terhadap terjadinya bencana ekologis di sekitar kita, seperti banjir dan tanah longsor.

“Selain mempersiapkan berbagai langkah antisipasi dan mitigasi bencana, kita harus terus mendorong masyarakat untuk bertindak bijak terhadap alam dan lingkungan, agar bisa meminimalisasi terjadinya bencana,” pesan Wabup.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X