Upaya Cegah Korona, Santri Diminta Perbanyak Wudhu

Rosikhan
- Selasa, 17 Maret 2020 | 08:51 WIB
TETAP NGAJI: Santri Ponpes Kauman Lasem masih melaksanakan berbagai pengajian di komplek pensantren, dengan tetap mewujudkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus korona. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
TETAP NGAJI: Santri Ponpes Kauman Lasem masih melaksanakan berbagai pengajian di komplek pensantren, dengan tetap mewujudkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus korona. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Pengasuh Ponpes Kauman Lasem, Mohamad Zaim tetap menganjurkan agar santri tetap berada di pesantren dan memperbanyak mengambil wudhu. Mereka diminta untuk tidak berada di luar area pesantren untuk meminimalisir kontak dengan orang lain.

“Akan tetapi, kalau wali santri ada yang ‘memaksa’ meminta izin pulang, tetap diizinkan. Kami juga memberikan memberikan pemahaman apa dan bagaimanañ korona dan cara penyebarannya.

Sejak tadi pagi seusai subuh, semua sudah dilakukan,” papar kyai yang akrab disapa Gus Zaim itu.

Gus Zaim menambahkan, salah satu bentuk usaha meminta agar santri lebih sering berwudhu. Kegiatan shalat dhuha dan tahajud malam pun lebih diintensifkan. Selain itu, ada juga kegiatan mujahadah dengan bacaan wirid dan doa sebagai upaya batin.

Menurut Gus Zaim, sebagai insan beragama yang wajib mengimani bahwa segala ujian dari Allah. Ia pun berharap masyarakat tetap tidak panik atas kondisi ini.

“Kami menganjurkan membaca shalawat saat bersalaman dengan siapa pun. Sebagai insan beragama yang wajib mengimani bahwa segala ujian dari Allah, taqdir dari allah, baik maupun buruk. Akan tetapi sebagai makhluk kita wajib berikhtiar,” tandasnya.

Sementara itu, ratusan santri Ponpes Al Hamidiyah meminta izin pulang. Pihak pengasuh memberikan kebebasan apakah santri ingin tetap tinggal di pesantren, atau memilih pulang ke daerah asal. Pesantren terus berkoordinasi dengan para wali santri mengenai langkah-langkah yang ditempuh.

Perwakilan pengasuh Ponpes Hamidiyah Lasem, Lutfi Thomafi mengungkapkan, seluruh kegiatan sekolah dan madrasah di bawah naungan Yayasan Al Hamidiyah diliburkan. Hal itu sesuai dengan surat edaran dari Pemprov Jateng

“Untuk Pesantren Al Hamidiyah, santri dibebaskan, yang mau pulang silahkan, yang tetap di pondok silahkah. Santri yang masih di pondok tetap mengaji dan berkegiatan seperti biasa,” terang Lutfi

Ia menyebutkan, sebagian besar santri yang izin pulang tersebut berasal dari daerah Jatim. Beberapa santri yang rumahnya dekat juga pulang. Di luar itu, termasuk santri yang dari jauh seperti Jakarta dan Sumatera masih tinggal di pondok.

Dalam surat edaran kepada wali, siswa kelas XI SMK Avicena di bawah naungan sama dengan Yayasan Ponpes Al Hamidiyah juga sudah ditarik. “Bagi yang masih di pondok, kegiatan mengaji masih berlangsung seperti biasa,” ujarnya.

Hal sama juga dilakukan di Ponpes Kauman Lasem. Pengasuh juga memberikan izin santri yang walinya memaksa mengajak pulang. Namun, seluruh kegiatan ngaji santri di pesantren masih berjalan normal.

Sementara itu, kegiatan ujian Madrasah Diniyah (Madin) di berbagai Kecamatan tetap dilangsungkan pada Selasa (16/3). Namun untuk Madin yang belum melaksanakan ujian, dianjurkan untuk ditunda.

“Beberapa Madin di Pancur, Sale, Kragan, masih menggelar Ujian Akhir Bersama Nasional (UABN) Madin. Setelah UABN selesai Kamis mendatang, Madin kami liburkan sampai 29 Maret, sesuai edaran,” kata Ketua Forum Komunikasi Diniyyah Takmiliyyah (FKDT) Rembang, Ahmad Sururi.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Terkini

X