Gus Yaqut: Islam Menghargai Ahklak-akhlak yang Sudah Ada Sebelumnya

- Sabtu, 25 September 2021 | 10:44 WIB
Menag Gus Yaqut. (dok humas Kemenag)
Menag Gus Yaqut. (dok humas Kemenag)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menyampaikan pentingnya menghargai perbedaan dalam agama.

Gus Yaqut juga mengatakan, bahwa agama merupakan penyempurna akhlak.

Intinya, kata Gus Yaqut, di dalam Islam itu menghargai akhlak-akhlak yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga: Momentum Penurunan Kasus, Pemerintah Tingkatkan Deteksi, Terapeutik, dan Vaksinasi

Jadi ada akhlak Kristen, Hindu, Budha, Katolik, dan seterusnya, itu dihargai dalam Islam.

"Jadi kalau hari ini ada orang-orang Islam yang mengaku dia paling benar di antara yang lain, maka dia belum memahami ajaran agamanya," kata Gus Yaqut, seperti yang dikutip suaramerdeka.com dari pikiran-rakyat.com, sabtu, 25 September 2021.

Saat tokoh-tokoh generasi awal yang membawa Islam ke Indonesia, sikapnya sangat moderat dalam. menyikapi  perbedaan.

Baca Juga: Pengaturan Sistem Kerja ASN: WFO Diprioritaskan untuk Pegawai yang Sudah Divaksin

Mereka menolak kekerasan, dan berkomitmen terhadap kebangsaan juga ramah terhadap budaya lokal.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Terus Berupaya Turunkan Kasus Covid-19

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:31 WIB

PDIP: Desa Sebagai Orientasi Pengabdian

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:31 WIB

Yuk, Mengulik Makna Mengenai Hari Santri Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:08 WIB
X