Indonesia Demokrasi Elektoral, DPD RI Dorong Pembentukan GBHN

- Jumat, 24 September 2021 | 23:53 WIB
dialog Kebangsaan Kelompok DPD MPR RI, Jumat (24/9). (sm/dok)
dialog Kebangsaan Kelompok DPD MPR RI, Jumat (24/9). (sm/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sistem demokrasi Indonesia yang bersifat elektoral dinilai membuat pembangunan kurang berkesinambungan.

Maka, sudah semestinya Indonesia memiliki haluan negara untuk pembangunan jangka panjang.

Wakil Ketua Komite I DPD RI Abdul Kholik menyampaikan pembangunan pasca reformasi, sering dihadapkan pada polarisasi pusat dengan daerah akibat ego sektoral dan kewilayahan.

Persaingan kepemimpinan politik yang bertumpu pada demokrasi elektoral juga memiliki andil.

Baca Juga: Serahkan Bantuan ke Atlet dan Pengurus Paralimpiade, Megawati Minta Seluruh Kader Hargai Kaum Disabilitas

Masing-masing level kepemimpinan, baik di pusat dan daerah memiliki kepentingan menjaga popularitas, mengutamakan janji-janji program kampanye, ketimbang memikirkan kesinambungan dan sinergitas pembangunan pusat daerah.

"Sulit dikonstruksikan dalam bentang tahun ke depan pembangunan bangsa dapat mencapai kemajuan layaknya bangsa lain yang mampu mencapai tingkatan negara maju dan mensejahterakan masyarakatnya.

Haluan dan arah pembangunan tidak menjadi kesadaran kolektif komponen bangsa, terutama para pemimpin di pusat dan daerah," ujar Abdul Kholik, usai dialog Kebangsaan Kelompok DPD MPR RI, Jumat (24/9).

Baca Juga: Airlangga dan Ganjar Hadiri Acara Haul Ki Ageng Gribig Klaten

Menurutnya, masyarakat seolah terpisah dari proses pembangunan, sementara sekelompok elit dan para pelaku usaha yang mendominasi.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

PPP dan Golkar Terbuka untuk Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:06 WIB

Buntut Banteng vs Celeng, Mbogo Dipanggil DPP PDIP

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:39 WIB
X