PTM Tak Akan Disetop

Red
- Jumat, 24 September 2021 | 01:10 WIB
SM/setkab.go.id - Nadiem Makarim
SM/setkab.go.id - Nadiem Makarim

JAKARTA - Sejumlah klaster penyebaran Covid-19 yang diduga dipicu pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah mulai bermunculan. Meskipun demikian, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, belajar tatap muka di sekolah tak akan disetop. ”Itu terus kita pantau. Itu temuannya.

Bukan berarti PTMnya akan diundur, masih harus jalan, terbuka, tapi sekolahnya masing-masing kalau ada kasus klaster ya harus ditutup segera, memang seperti itu,” kata Nadiem di kompleks Par lemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9). Meskipun demikian, Nadiem mengingatkan agar sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka harus memperkuat pelaksanaan protokol kesehatan.

Sebelumnya, situs Kemendikbudristek membeberkan data soal klaster Covid- 19 saat pembelajaran tatap muka (PTM) di Jakarta. Ada 25 klaster yang disebut terjadi di Jakarta selama belajar tatap muka.

Rinciannya, ada 227 pendidik dan tenaga kependidikan, serta 241 peserta didik yang positif Covid-19. Selain di Jakarta, klaster korona dari sekolah juga muncul di Purbalingga. Ada 90 siswa SMP4 Mrebet yang terpapar Covid-19.

Jangan Pukul Rata

Terkait klaster sekolah di Jateng, pemerintah diminta tidak mengambil kebijakan secara pukul rata kembali ke sekolah secara virtual.

”Saya khawatir ini jadi kebijakan, dan semua daerah kembali belajar secara virtual. Jangan sampai anak-anak dan dunia pendidikan selalu dipersalahkan,” ujar anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Muh Zen.

Menurut Zen, kembali menutup sekolah dan belajar secara virtual, bukan sebuah solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan pendidikan dan kesehatan anak-anak. ”Mereka di luar malah tidak bisa terkontrol keluarga dan sekolah,” ù tandas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Zen juga meminta, penanganan kasus Covid-19 di lingkungan pendidikan tidak sampai kembali mengganggu mental anak-anak. Di mana saat ini kondisinya mulai bersemangat kembali PTM , bertemu guru dan teman-temannya. ”Sebagaimana sektor lain juga tetap jalan jika ada yang positif. Jadi jangan sampai digebyah uyah” tegasnya. Menurutnya, cukup sekolah yang kedapatan dan ditemukan kasus positif yang diisolasi.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Pemerintah Terus Berupaya Turunkan Kasus Covid-19

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:31 WIB

PDIP: Desa Sebagai Orientasi Pengabdian

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:31 WIB

Yuk, Mengulik Makna Mengenai Hari Santri Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:08 WIB
X