Kemendagri: Sumut Unggulan Wilayah Barat dalam Sinkronisasi Pembangunan

Red
- Rabu, 11 Maret 2020 | 12:55 WIB
rakor. (ilustrasi - istimewa)
rakor. (ilustrasi - istimewa)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI optimis Propinsi Sumatera Utara (Sumut) merupakan salah satu unggulan Indonesia Wilayah Barat dalam mensinkronkan percepatan pembangunan nasional dan daerah.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Hadi Prabowo, menegaskan itu kepada wartawan usai membuka Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Regional II Tahun 2020 di Hotel Grand Aquila Bandung, Selasa (10/3).

Rakortekrenbang ini dihadiri puluhan pejabat teras teknis Pemprovsu dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Termasuk semua pejabat teknis Bappeda Sumut dan seluruh propinsi di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa (kecuali Jatim) berlangsung hingga 13 Maret 2020.

Kepala Bappeda Sumut, Dr Ir H Hasmirizal Lubis MSi, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Ir H M Effendy Pohan, Kepala Dinas PSDA, Ir Alfi Syahriza, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Ir Azhar Harahap, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dr Ir Binsar Situmorang MSc MAP, Kepala Biro Humas Keprotokolan, Hendra Dermawan MAP, dan pimpinan OPD lainnya mengemukakan pihaknya telah mengirim tim teknis berkolaborasi dengan unsur perencanaan guna mensinkronkan program dalam Rakortekrenbang ini.

Lebih lanjut Sekjen Kemendagri mengapresiasi sejumlah indikator capaian Sumut yang umumnya dalam kategori baik di luar Pulau Jawa bersama Sumatera Selatan.

"Ke depan Sumut akan lebih maju dengan meningkatkan lagi beberapa sektor terutama intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan asli daerah (PAD). Terkait sektor belanja perlu peningkatan belanja langsung lebih besar daripada belanja tindak langsung. Sehingga tahun 2021 untuk perencanaan belanja otomatis hendaklah betul-betul hasilnya dapat dirasakan masyarakat," ujarnya.

Sekjen Kemendagri juga berpesan Sumut terus melakukan penggalian potensi sumber daya konkrit misalnya dengan optimalisasi aplikasi sistem online yang menghubungkan antara wajib pajak maupun wajib retribusi sehingga terangkum di dalam Badan Pengelolaan Keuangan sekaligus mengurangi kebocoran.

Sementara itu pada pembukaan Rakortekrenbang yang dihadiri juga Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum tersebut, Sekjen menegaskan rakor ini sebagai upaya melakukan sinkronisasi percepatan pembangunan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Rakortek ini adalah upaya kita untuk menyesuaikan antara kita ingin menyusun program, disesuaikan dengan sinkronisasi antara apa yang diinginkan pusat dan apa yang dibutuhkan oleh daerah. Karena tiap daerah memiliki ke-khas-an masing-masing, kebutuhan yang berbeda, pusat juga memiliki strategi nasional yang garis besarnya ada di RPJMN yang dibelah dalam RKP tahunan untuk mencapai target akhir di RPJMN,” katanya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X